ANALISIS NUTRIENT INDEX VALUE (NIV) UNTUK PERENCANAAN PENGEMBANGAN KEDELAI EDAMAME (GLYCINE MAX (L.) MERR.) DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS NUTRIENT INDEX VALUE (NIV) UNTUK PERENCANAAN PENGEMBANGAN KEDELAI EDAMAME (GLYCINE MAX (L.) MERR.) DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Anna Bella - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muyassir - 196404211993091001 - Dosen Pembimbing I
Syakur - 196803041993031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2209200040004

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kedelai merupakan salah satu jenis pangan utama yang berada di peringkat ketiga setelah padi dan jagung. Salah satu jenis kedelai yang dapat dikembangkan adalah kedelai edamame (Glycine max (L.) Merr.). Edamame merupakan tanaman potensial yang memiliki hasil produksi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kedelai biasa. Pengembangan edamame di Indonesia akan menjadi peluang yang besar karena permintaan pasar global yang cukup tinggi. Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah yang cukup potensial untuk pengembangan edamame. Salah satu wilayah perencanaan pengembangan edamame adalah Kabupaten Bener Meriah, yang memiliki ketinggian rata-rata 100 – 2.500 mdpl, sehingga cukup potensial bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat lokal, untuk mengembangkan budidaya edamame. Diperlukan informasi awal mengenai tingkat kesuburan tanah pada lahan yang akan dimanfaatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui hal tersebut adalah dengan menganalisis status Nutrient Index Value (NIV). Nutrient Index Value (NIV) merupakan suatu penilaian untuk mengetahui akan tingkatan kandungan unsur hara di dalam tanah yang berkaitan langsung terhadap kesuburan tanah. Namun penelitian pengujian analisis kandungan unsur hara menggunakan Nutrient Index Value (NIV) belum banyak di teliti khususnya di Indonesia pada pengembangan Edamame. Berdasarkan uraian di atas maka perlu adanya penelitian analisis status Nutrient Index Value (NIV) untuk perencanaan pengembangan edamame di Kabupaten Bener Meriah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Nutrient Index Value (NIV) dan mengkategorikan lahan sesuai dengan tingkatan kesuburan tanah untuk pengembangan tanaman edamame di Kabupaten Bener Meriah. Melalui penelitian ini diharapkan akan menjadi langkah awal sebagai informasi dalam kesuburan tanah dan dapat mengatasi permasalahan – permasalahan khususnya pada areal perencanaan pengembangan edamame (Glycine max (L.) Merr.) di Kabupaten Bener Meriah. Metode yang digunakan metode purposive sampling pada setiap SPL dan analisis data Nutrient Index Value (NIV) dengan menggunakan rumus NI = ((1*A)+(2*B)+(3*C))/TSN. Hasil analisis laboratorium yang didapatkan bahwa pH tanah pada kawasan perencanaan berkisar antara masam (4,5 -5,5) – netral (6,6 – 7,5), dengan C-organik berkisar antara rendah (1,00 – 2,00) – sangat tinggi (> 5,00), N-total berkisar antara rendah (0,10 – 0,20) – tinggi (0,51 – 0,75), P-total berkisar dari sangat rendah (< 0,021) – sangat tinggi (> 0,1), dan K-total yang berkisar antara sangat rendah (< 0,03) – sedang (0,07 – 0,11). Dengan nilai nutrient index pada N-total 1,93 kategori sedang, P-total 1,53 kategori sedang, dan K-total 1,14 kategori rendah. Perencanaan pengelolaan lahan yang efektif pada kawasan perencanaan dengan Nutrient Index rendah yaitu pemupukan yang harus lebih intensif dan dengan jumlah yang besar serta berulang, sedangkan pada Nutrient Index sedang pemupukan dilakukan hanya berfokus untuk meningkatkan hasil dan kualitas produksi tanaman.

Soybean is one of the primary food crops, ranking third after rice and corn. One type of soybean that can be developed is edamame (Glycine max (L.) Merr.). Edamame is a potential crop that yields higher production compared to regular soybean varieties. The development of edamame in Indonesia presents a significant opportunity due to the high global market demand. In support of the national food security program, Aceh Province is one of the regions with great potential for edamame cultivation. One of the target areas for edamame development is Bener Meriah Regency, with an average elevation of 100 to 2,500 meters above sea level, making it highly suitable for the people of Aceh, particularly the local community, to cultivate edamame. Initial information on soil fertility is needed for the land that will be utilized. One method to assess this is by analyzing the Nutrient Index Value (NIV). The Nutrient Index Value (NIV) is an evaluation used to determine the level of nutrient content in the soil, which is directly related to soil fertility. However, research on nutrient content analysis using the Nutrient Index Value (NIV) has not been extensively studied, particularly in Indonesia, in the context of edamame development. Based on the above, it is necessary to conduct a study analyzing the Nutrient Index Value (NIV) status for planning the development of edamame in Bener Meriah Regency. The aim of this research is to determine the Nutrient Index Value (NIV) and categorize the land based on soil fertility levels for the development of edamame cultivation in Bener Meriah Regency. This study is expected to serve as a preliminary step in providing information on soil fertility and addressing issues, particularly in areas targeted for the development of edamame (Glycine max (L.) Merr.) in Bener Meriah Regency. The method used is purposive sampling for each Land Map Unit (SPL), and the data analysis for the Nutrient Index Value (NIV) is performed using the formula NI = ((1*A) + (2*B) + (3*C)) / TSN, where A, B, and C represent the number of samples in each fertility category, and TSN is the total number of samples. The laboratory analysis results indicate that the soil pH in the planning area ranges from acidic (4.5 - 5.5) to neutral (6.6 - 7.5). The organic carbon (C-organic) levels range from low (1.00 - 2.00) to very high (> 5.00), total nitrogen (N-total) levels range from low (0.10 - 0.20) to high (0.51 - 0.75), total phosphorus (P-total) levels range from very low (< 0.021) to very high (> 0.1), and total potassium (K-total) levels range from very low (< 0.03) to medium (0.07 - 0.11). The nutrient index values are as follows: N-total is 1.93 (medium category), P-total is 1.53 (medium category), and K-total is 1.14 (low category). For effective land management planning in areas with a low Nutrient Index, intensive and substantial fertilization should be applied repeatedly. In contrast, for areas with a medium Nutrient Index, fertilization should focus primarily on improving the yield and quality of crop production.

Citation



    SERVICES DESK