UJI PERFOMANSI ALAT PENGERING TIPE KABINET UNTUK PENGERING KAKAO (THEOBROMA CACAO L) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI PERFOMANSI ALAT PENGERING TIPE KABINET UNTUK PENGERING KAKAO (THEOBROMA CACAO L)


Pengarang

Marlina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405106010055

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kakao merupakan salah satu komoditas ekspor yang memberikan
kontribusi untuk peningkatan devisa Indonesia. Indonesia merupakan salah satu
negara pemasok utama kakao dunia setelah Pantai Gading dan Ghana.
Penanganan pasca panen kakao dilakukan untuk mempertahankan daya simpan
dan mutunya dengan proses pengeringan. Ada tiga metode pengeringan biji kakao
yaitu pengeringan menggunakan matahari (alarni), pengeringan mekanis (buatan)
dan pengeringan kombinasi keduanya. Pengeringan alami membutuhkan waktu
yang lama dan sangat tergantung dengan cuaca, sehingga alternatif untuk
pengeringan biji kakao dilakukan dengan pengeringan mekanis (buatan), salah
satunya adalah dengan menggunakan alat pengering tipe kabinet.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja alat pengering tipe
kabinet untuk pengeringan biji kakao, seperti temperatur, kelembaban relatif
(RH), penurunan bera t kadar air tehadap lama waktu pengeringan, dan kapasitas
pengeringan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Pasca Panen,
Fakultas Pertanian, Jurusan Tek.nik Pertan ian pada pertengahan bulan November
2009.
Pengukuran kadar air pada pengeringan biji kakao ini adalah
menggunakan sistem -berat kering (Dry basis) karena pcrhitungan berdasarkan
berat kering dapat berubah secara kontinyue menuju kadar air kesetimbangan.
Pengukuran kadar air dilakukan selang waktu 30 mcnit pertama selama 4 jam
pengeringan selanjutnya dilakukan pengukuran secara kontinyue dengan selang
waktu l jam pengeringan sampai akhi r proses pengeringan. Sedangkan untuk
pengukuran temperatur dilakukan pengukuran selang waktu I jam pengeringan
dengan meletakkan tennometer pada titik-titik pengukuran yang telah ditentukan.
Berdasrkan hasil penelitian diperoleh, penurunan berat kadar air bahan
pada rak I sebesar I, 12%, rak II sebesar 1,92% dan rak Ill sebesar 9,57%.
Kapasitas alat pengering tipe kabinet ini adalah 0,82 kg/jam selama 33 jam
pengeringan dengan rata-rata temperatur sebesar 41,2 °c yang dinilai tidak baik
untuk sistem pengering mekanis biji kakao karena tidak mencapai temperatur
yang baik untuk pengeringan biji kakao yaitu 65 C- 68"C.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK