PENGARUH KETINGGIAN PERANGKAP BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS L.) TERHADAP KELIMPAHAN SERANGGA HERBIVORA PADA TANAMAN PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KETINGGIAN PERANGKAP BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS L.) TERHADAP KELIMPAHAN SERANGGA HERBIVORA PADA TANAMAN PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L.)


Pengarang

ZAKI ANHAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nur Pramayudi - 198010132006041001 - Dosen Pembimbing I
Jauharlina - 196309231988032010 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005109010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FakultasPertanian Proteksi Tanaman (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanaman padi (Oryza sativa L.) termasuk ke dalam famili Graminae yang merupakan salah satu tanaman pokok di dunia terutama Indonesia. Namun, produksi padi sering mengalami penurunan karena adanya serangan dari serangga hama. Penggunaan perangkap buah nanas diketahui dapat dimanfaatkan sebagai aatraktan dalam pengendalian hama. Buah nanas mengandung senyawa volatil dari golongan triterpenoid dan fenolik seperti furaneol, metil ester asam 3-(metiltio) propanoat, etil ester asam 3-(metiltio) propanoat, dan δ-oktalakton yang dapat menarik serangga dari berbagai perilaku seperti mencari makanan dan dalam menemukan lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ketinggian perangkap buah (Fruit-Trap) menggunakan nanas terhadap kelimpahan serangga herbivora pada tanaman padi sawah.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah tanaman padi Desa Limpok, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar dan laboratorium Ilmu Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2024. Penelitian ini menggunakan buah nanas sebagai atraktan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 3 perlakuan ketinggian perangkap yaitu 25, 50 dan 75 cm dan 6 ulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ketinggian perangkap nanas berpengaruh nyata terhadap jumlah serangga herbivora yang terperangkap. Serangga herbivora yang ditemukan di ketinggian 25cm terdiri dari 4 ordo, 10 spesies dengan jumlah 184 individu, pada ketinggian 50cm terdiri dari 4 ordo, 12 spesies dengan jumlah 211 individu, sedangkan pada ketinggian 75cm terdiri dari 4 ordo, 9 spesies dengan jumlah 153 individu. Spesies serangga herbivora yang paling melimpah pada setiap ketinggian perangkap yaitu Leptocorisa acuta, Drosophila melanogaster, Epuraea luteola, Nezara viridula. Indeks keanekaragaman paling tinggi dari ketinggian perangkap 50 cm, yaitu 1,67 dan terendah pada ketinggian 75cm yaitu 1,44. Indeks similaritas dari ketiga ketinggian perangkap tersebut berkisar antara 0,70 - 0,84, sedangkan indeks kemerataan berkisar antara 0,65 – 0,68. Tingginya kelimpahan pada ketinggian perangkap 50 cm karena pada ketinggian tersebut berdekatan dengan sumber makanan serangga herbivora sehingga lebih mudah terperangkap.

Rice plants (Oryza sativa L.) belong to the Graminae family, which is one of the main crops in world especially Indonesia. However, rice production often decreases due to attacks from insect pests. The use of pineapple traps is known to be used as an attractant in pest control. Pineapples contain volatile compounds from the triterpenoid and phenolic groups such as furaneol, methyl ester of 3-(methylthio) acid propanoate, ethyl ester of 3-(methylthio)acid propanoate, and δ-octalactone that can attract insects from various behaviors such as searching for food and in finding the opposite sex. This study aims to determine the effect of differences in the height of fruit traps (Fruit-Trap) using pineapple on the abundance of herbivorous insects in rice plants. This research was conducted in rice fields in Limpok Village, Darussalam District, Aceh Besar Regency and the Plant Pest Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. This research was conducted in February - May 2024. This study used pineapple as an attractant. The research design used was a Non-Factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 trap height treatments, namely 25, 50 and 75 cm and 6 replications so that there were 18 experimental units. The results of the study showed that the height of the pineapple trap significantly affected the number of herbivorous insects trapped. Herbivorous insects found at a height of 25 cm consisted of 4 orders, 10 species with a total of 184 individuals, at a height of 50 cm consisted of 4 orders, 12 species with a total of 211 individuals, while at a height of 75 cm consisted of 4 orders, 9 species with a total of 153 individuals. The most abundant herbivorous insect species at each trap height were Leptocorisa acuta, Drosophila melanogaster, Epuraea luteola, Nezara viridula. The highest diversity index at a trap height of 50 cm, which was 1.67 and the lowest at a height of 75 cm, which was 1.44. The similarity index of the three trap heights ranged from 0.70 - 0.84, while the evenness index ranged from 0.65 - 0.68. The high abundance at a trap height of 50 cm is because at this height it is close to the food source of herbivorous insects so they are more easily trapped.

Citation



    SERVICES DESK