ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) BERDASARKAN SARANG DI KAWASAN EKOSISTEM LEUSER GAMPONG BATEE MEUCANANG ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) BERDASARKAN SARANG DI KAWASAN EKOSISTEM LEUSER GAMPONG BATEE MEUCANANG ACEH SELATAN


Pengarang

Zulmiadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Erdiansyah Rahmi - 197405122000031001 - Dosen Pembimbing I
Ulfa Hansri Ar Rasyid - 199203022019032021 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005110010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Kehutanan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu bukti penting keberadaan orangutan tidak terlepas dari keberadaan sarang disuatu kawasan. Salah satu habitat orangutan di Aceh dapat ditemui pada kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) Gampong Batee Meucanang Aceh Selatan yang termasuk ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Populasi primata ini dapat diestimasi dengan mengetahui jumlah sarang sehingga dapat digunakan sebagai tanda atau dasar yang bersifat spesifik untuk mengetahui kepadatan satrang dan perkiraan populasi orangutan pada suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran sarang orangutan sumatera, mengetahui karakteristik sarang orangutan sumatera dan menghitung jumlah kepadatan populasi orangutan sumatera berdasarkan sarang di Kawasan Ekosistem Leuser Gampong Bateee Meucanang Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek garis yang dibuat berdasarkan keberadaan sarang. Transek dibuat sebanyak 6 transek dengan panjang 1000 m dan lebar 50 m di setiap sisi atau lebar totalnya 100 m, dengan jarak antar transek sekitar 150 m.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 27 sarang orangutan yang tersebar di hutan primer dan sekunder. Sebaran sarang orangutan sumatera (Pongo abelii) di hutan primer lebih tinggi dengan (59,3%) dibandingkan dengan hutan sekunder (40,7%). Sarang orangutan lebih sering ditemukan pada ketinggian 200≤300 mdpl di hutan sekunder sebanyak 6 sarang dan pada hutan primer diketinggian ≥300 mdpl dengan 11 sarang. Karakteristik sarang orangutan sumatera paling banyak ditemukan pada posisi 3 di hutan sekunder dan posisi 1 di hutan primer, masing-masing 6 sarang. Kelas sarang D dan E dominan di hutan sekunder masing-masing 5 sarang, dan kelas C dominan di hutan primer sebanyak 6 sarang. Tinggi sarang di hutan sekunder dominan di tinggi 20-25 m dengan 8 sarang. Karakteristik pohon sarang orangutan sumatera ditemukan 15 jenis pohon dengan pohon kemenyan (Styrax benzoin) dan pasang (Quercus gemelliflora) paling banyak digunakan masing-masing 4 pohon. Diameter pohon 10-30 cm dominan ditemukan pada masing-masing tipe hutan sebanyak 8 (59,26%). Tinggi pohon sarang paling banyak ditemukan di tinggi 20-25 m dominan di hutan primer sebanyak 9 (33,33%). Estimasi kepadatan sarang/km2 orangutan sumatera dari luas areal penelitian 6 km2 atau 600 ha yaitu rata-rata sebesar 66 sarang/km2 dan rata-rata kepadatan populasi orangutan sebesar 0,30 individu/km2 dengan estimasi populasi orangutan sumatera yaitu sebesar 1,81 hingga 2 individu yang ditemukan di Kawasan Ekosistem Leuser Gampong Batee Meucanang, hal ini mengindikasikan bahwa kehadiran orangutan di Kawasan Ekosistem Leuser Gampong Batee Meucanang sangat rendah.

One important piece of evidence for the existence of orangutans is the existence of nests in an area. One of the orangutan habitats in Aceh can be found in the Gampong Batee Meucanang South Aceh Other Use Area (APL) which is included in the Leuser Ecosystem Area (KEL). The population of these primates can be estimated by knowing the number of nests so that it can be used as a specific sign or basis for knowing nest density and estimates of the orangutan population in an area. This research aims to determine the distribution of Sumatran orangutan nests, determine the characteristics of Sumatran orangutan nests and calculate the population density of Sumatran orangutans based on nests in the Leuser Gampong Bateee Meucanang Ecosystem Area, South Aceh. The method used in this research is the line transect method which is made based on the presence of nests. There were 6 transects made with a length of 1000 m and a width of 50 m on each side or a total width of 100 m, with a distance between transects of around 150 m. Based on the research results, 27 orangutan nests were found spread across primary and secondary forests. The distribution of Sumatran orangutan (Pongo abelii) nests in primary forests is higher (59.3%) compared to secondary forests (40.7%). Orangutan nests are more often found at an altitude of 200≤300 meters above sea level in secondary forests with 6 nests and in primary forests at an altitude of ≥300 meters above sea level with 11 nests. The nest characteristics of Sumatran orangutans were found most often in position 3 in secondary forest and position 1 in primary forest, 6 nests each. Nest classes D and E were dominant in secondary forest with 5 nests each, and class C was dominant in primary forest with 6 nests each. Nest height in secondary forest is dominant at 20-25 m with 8 nests. Characteristics of Sumatran orangutan nest trees: 15 types of trees were found, with 4 trees each using frankincense (Styrax benzoin) and tide (Quercus gemelliflora). Tree diameters of 10-30 cm were dominantly found in each forest type, 8 (59.26%). Nest tree heights were most commonly found at 20-25 m high were dominant in 9 (33.33%) primary forests. The estimated nest density/km2 of Sumatran orangutans from the research area of ​​6 km2 or 600 ha is an average of 66 nests/km2 and the average orangutan population density is 0.30 individuals/km2 with an estimated Sumatran orangutan population of 1.81 to 2 individuals were found in the Leuser Gampong Batee Meucanang Ecosystem Area, this indicates that the presence of orangutans in the Leuser Gampong Batee Meucanang Ecosystem Area is very low.

Citation



    SERVICES DESK