PENGARUH PERBANDINGAN TAPIOKA DENGAN LIMBAH UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU KERUPUK LIMBAH UDANG WINDU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PERBANDINGAN TAPIOKA DENGAN LIMBAH UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU KERUPUK LIMBAH UDANG WINDU


Pengarang

Rita Wahyuni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305105010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Udang windu (Penaeus monodon) termasuk golongan crustacea yang
berasal dari laut dan banyak dibudidayakan di tambak (air payau). Semakin
berkembangnya industri pengolahan udang mengakibatkan semakin banyak
limbah udang yang dihasilkan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan
menjadi produk yang mempunyai nilai tambah, baik secara ekonomis maupun
kegunaannya. Salah satu teknologi tepat guna pengolahan limbah udang adalah
pengolahan menjadi kerupuk.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) faktorial. Faktor yang akan diteliti yaitu perbandingan tapioka dengan
limbah udang windu (T) dan lama pengeringan (L). Faktor perbandingan tapioka
dengan limbah udang windu terdiri dari 3 taraf yaitu T, = 80:20%, T,= 70:30%,
dan T, = 60:40%. Faktor lama pengeringan terdiri dari 3 taraf yaitu L, = 6 Jam, L
=7Jam, dan L, = 8 Jam. Kombinasi perlakuan adalah 3 x 3 = 9 dengan 3 kali
ulangan, sehingga diperolch 27 satuan percobaan .
Parameter yang diamati pada kerupuk limbah udang windu adalah sifat
fisik (rasio pengembangan), sifat kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar
protein, dan kadar karbohidrat), dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan
kerenyahan). Kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar
karbohidrat dilakukan sebelum kerupuk digoreng, sedangkan rasio pengembangan
dan uji organoleptik dilakukan sctelah kerupuk digoreng.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, perlakuan perbandingan
tapioka dengan limbah udang windu berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK