PEMETAAN LAHAN SAWIT EKSISTING MENGGUNAKAN METODE VISUAL ON SCREEN PADA CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI DI KABUPATEN ACEH TIMUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN LAHAN SAWIT EKSISTING MENGGUNAKAN METODE VISUAL ON SCREEN PADA CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI DI KABUPATEN ACEH TIMUR


Pengarang

M. Raju Mulya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing I
Yulia Dewi Fazlina - 198607192015042002 - Dosen Pembimbing II
Darusman - 196210091987021001 - Penguji
Teuku Alvisyahrin - 196203301988111003 - Penguji
Laila Wijaya - 197201082001122002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1805108010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : ., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pemenuhan kebutuhan lahan perkebunan yang terus meningkat sering kali tidak
diiringi dengan pertambahan lahan, sehingga banyak pemanfaatan lahan yang dibuat hanya
berdasarkan kepentingan untuk memenuhi kebutuhan lahan perkebunan dan melupakan
ketentuan penggunaan lahan yang telah diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW). Produksi lahan kelapa sawit yang terus naik dan luasan kebun kelapa sawit juga
semakin besar dapat mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati yang akan memicu
kerentanan kondisi alam berupa menurunnya kualitas lahan disertai erosi, hama dan
penyakit. Salah satu cara untuk mengetahui kondisi penggunaan lahan kelapa sawit di
Kabupaten Aceh Timur yaitu menggunakan analisis spasial, dengan menggunakan Sistem
Informasi Geografis (SIG).
Rumusan permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah berapa luas lahan
kelapa sawit, dan bagaimana penyebaran lahan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Timur.
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui berapa luas lahan kelapa sawit, dan bagaimana penyebaran lahan kelapa sawit
di Kabupaten Aceh Timur secara spasial. Evaluasi lahan dengan menggunakan teknologi
spasial yaitu metode visual on screen. Metode visual on screen sangat efektif untuk
menganalisis citra resolusi tinggi.
Hasil analisis menunjukkan lahan kelapa sawit eksisting Kabupaten Aceh Timur
memiliki luas sebesar 89.812,99 ha, persebaran lahan kelapa sawit di Kecamatan Birem
Bayeun menjadi yang terbesar di Kabupaten Aceh Timur sebesar 12.318,62 ha, dan
kecamatan dengan areal lahan kelapa sawit paling kecil terdapat pada Kecamatan Madat
dengan luas 78,69 ha.

Meeting the ever-increasing need for plantation land is often not possible accompanied by an increase in land, so that many land uses are made only based on the interests of meeting plantation land needs and forgetting land use provisions that have been regulated in the Regional Spatial Plan (RTRW). Production of oil palm land continues to increase and the area of ​​oil palm plantations too getting bigger can result in a loss of biodiversity which will trigger vulnerability to natural conditions in the form of decreasing land quality accompanied by erosion, pests and disease. One way to find out the condition of oil palm land use in East Aceh Regency uses spatial analysis, using the System Geographic Information (GIS). The formulation of the problem studied in this research is how large the land is oil palm, and how oil palm land is distributed in East Aceh Regency. Based on the problem that has been formulated, the aim of this research is to know how much oil palm land there is, and how oil palm land is distributed in East Aceh Regency spatially. Land evaluation using technology spatial, namely the visual on screen method. The visual on screen method is very effective for analyzing high resolution images. The analysis results show that the existing oil palm land in East Aceh Regency has an area of ​​89,812.99 ha, distribution of oil palm land in Birem District Bayeun is the largest in East Aceh Regency at 12,318.62 ha, and The sub-district with the smallest area of ​​oil palm land is Madat Sub-district with an area of ​​78.69 ha.

Citation



    SERVICES DESK