PENGUJIAN INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN PADA PERTUMBUHAN BIBIT BEBERAPA KLON KAKAO (THEOBROMA CACAO L | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGUJIAN INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN PADA PERTUMBUHAN BIBIT BEBERAPA KLON KAKAO (THEOBROMA CACAO L


Pengarang

Sadely - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405101010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.536

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh interval waktu penyiraman terhadap beberapa klon kakao , sehingga dapat dirumuskan jenis kakao yang memiliki ketahanan terhadap kesediaan air pada fase pembibitan dan tahan kekeringan.
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, berlangsung dari 6 Juni sampai dengan 1
pangkal batang umur 30, 60 dan 90 HST luas daun, panjang akar, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering umur 90 HST.
Klon menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap diameter pangkal batang umur 60 HST dan berat berangkasan basah umur 90 HST. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 90 HST dan diameter pangkal batang umur
30 HST, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 60

HST, diameter pangkal batang, luas daun, panjang akar dan berat berangkasan kering umur 90 HST. Klon yang memperlihatkan pertumbuhan terbaik di dapat pada perlakuan klon ICS 13 (K1).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang tidak nyata antara interval penyiraman air dan klon bibit kakao terhadap semua peubah pertumbuhan bibit kakao. Hal ini diduga karena kemampuan setiap klon untuk merespon suatu perlakuan seperti penyiraman air sangat tergantung pada genotipe dari klon tersebut dan lingkungan yang mempengaruhinya.



















September 2010.

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 3 dengan 3 u1angan, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan . Adapun faktor yang diteliti ada1ah interval penyiraman air yang terdiri atas perlakuan 1 hari sekali, 2 hari sekali, 3 hari sekali, 4 hari sekali dan klon kakao yang terdiri atas ICS 13, SCA 6, Lokal.
Peubah yang diamati yaitu tinggi bibit pada umur 30, 60 dan 90 HST, diameter pangkal batang umur 30, 60 dan 90 HST, luas daun, panjang akar, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering umur 90 HST.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval penyiram an air tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 60 dan 90 HST, diameter

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK