Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH JENIS KAKAO, WADAH, DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L)" ACEH
Pengarang
Siti ulfa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0705105010017
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASANKakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian Indonesia, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Biji kakao harus selalu dilakukan pengukuran kadar asam lemak bebas selama penyimpanan, sehingga memenuhi standar mutu untuk diekspor. Asam lemak bebas yang tinggi pada kakao harus dihindari karena merupakan salah satu indikator kerusakan mutu. Menurut SNI kadar asam lemak bebas maksimum 1,75%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis kakao, jenis wadah, dan lama penyimpanan terhadap kadar ALB biji kakao dan parameter mutubiji kakao lainnya. Penelitian ini menggunakan 3 faktor yaitu jenis kakao, wadah dan lama penyimpanan. Parameter yang akan dianalisis adalah kadar air, kadar asam lemak bebas, bilangan asam, nilai pH biji, kadar lemak. dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air berkisar antara 7,347-7,370 dengan nilai rata-rata 7,364, kadar air biji kakao dalam penelitian ini masih memenuhi standar mutu yang bisa diterima, kadar asam lemak bebas tertinggi didapat pada perlakuan KI W 1 L3 dengan nilai 1,420% dan nilai terendah pada pcrlakuan K2W2LI yaitu 0,540%. Demikian juga dengan bilangan asam karena asam lemak bebas berbanding lurus dengan bilangan asam, nilai bilangan asam berkisar antara1,080-2,837. pH biji kakao pada berbagai perlakuan berkisar antara 5,443-5,460 dengan nilai rata-rata 5,451 dan berpengaruh nyata pada faktor jenis kakao, sementara itu kadar lemak yang dihasilkan berkisar antara 47,333-48,667% dengan nilai ratarata 48,250% ini berarti masih termasuk dalam standar mutu. Uji hedonik yang dilakukan adalah warna dan aroma bubuk kakao. Tingkat kesukaan warna pada bubuk kakao pada berbagai perlakuan berkisar antara 3,18-3,72 dengan nilai rata-rata3,42 sedangkan tingkat kesukaan aroma pada bubuk kakao pada semua perlakuan berkisar antara 3,22 - 4,18 dengan nilai rata-rata 3,68.
Tidak Tersedia Deskripsi
VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) PADA BEBERAPA TARAF KADAR AIR DAN LAMA PERIODE SIMPAN (Saiful Bahri, 2019)
VARIASI LAMA DAN WADAH FERMENTASI PADA FERMENTASI BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) (Muhammad Chairil, 2025)
PENGARUH EKSTRAK BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS PADA BERBAGAI KONSENTRASI (Nurul Hafidhah, 2015)
UJI ANTIDIABETES DARI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) (SYIFA NABILA, 2025)
INTRODUKSI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL), BAKTERI ASAM ASETAT (BAA) DAN CAMPURAN BAL-BAA SEBAGAI STARTER KERING FERMENTASI UNTUK MEMPERBAIKI MUTU BIJI KAKAO ACEH (Ria Safitri, 2018)