PROSES PRODUKSI CANGKANG KELAPA SAWIT MENJADI BRIKET ARANG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK

PROSES PRODUKSI CANGKANG KELAPA SAWIT MENJADI BRIKET ARANG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF


Pengarang

Mitra - Personal Name;

Dosen Pembimbing

T. Saiful Bahri - 197512052006041001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2105002010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Manajemen Agribisnis (D3) / PDDIKTI : 54401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Cangkang kelapa sawit adalah satu diantara limbah sebanyak 60% dari produksi minyak inti atau Palm Kernel Oil (Fauzi et al., 2012). Pabrik pengolahan kelapa sawit yang bisa menampung 100 ribu ton tandan bahan baku baru, yang setiap tahunnya pasti memproduksi lebih kurang 6.000 ton cangkang sawit, 12.000 ton serat, serta 23.000 ton tandan kosong sawit. Sebagai komponen terkeras dari minyak sawit, limbah cangkang sawit ini belum dimanfaatkan secara maksimal, baik sebagai bahan bakar boiler maupun untuk menambal lubang perkebunan kelapa sawit.
Produksi adalah segala kegiatan yang menciptakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau jasa. Adapun tujuan dan fungsi yang didapatkan dari hasil produksi adalah dapat menambah nilai guna pada suatu produk, dimana bahan baku yang mulanya tidak memiliki nilai guna kemudian diproses sehingga memiliki nilai guna yang tinggi. Dengan adanya manajemen produksi, akan membuat proses produksi menjadi lebih terarah dan tercapainya suatu tujuan dari perusahaan.
Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini yaitu metode eksperimen, dalam proses pembuatan briket cangkang kelapa sawit ini kami sudah melakukan tiga kali uji coba, pada proses uji coba briket cangkang kelapa sawit yang pertama kali, kami mengalami kegagalan dikarenakan kebanyakan bahan perekat, uji coba ke dua juga masih gagal dikarenakan produk briket tersebut masih kurang kering, dan pada uji coba ketiga, briket yang kami buat sudah bisa untuk dipasarkan.
Lokasi tugas akhir ini dilaksanakan di Lab Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. objek dan ruang lingkup Tugas Akhir ini membahas tentang olahan cangkang kelapa sawit yang kami jadikan sebagai briket. Briket cangkang kelapa sawit, merupakan produk sampingan dari tanaman kelapa sawit guna untuk menambah nilai pada limbah kelapa sawit yaitu cangkang kelapa sawit. tujuan dari penulisan tugas Akhir ini adalah untuk dapat mengetahui produksi yang dilakukan terhadap produk briket cangkang kelapa sawit. Kelebihan dari cangkang kelapa sawit ini yaitu mempunyai kadar air yang rendah 5,5% dan kadar abu 6,8% pada ketika dinyalakan mampu bertahan selama 80 menit. Untuk menyalakan briket dari cangkang kelapa sawit ini menggunakan alat bantu yaitu tisu yang sudah dibasahi dengan minyak goreng. Produk briket cangkang kelapa sawit ini mempunyai beberapa target pasar yaitu : Pedagang sate, pedagang bakso bakar, dan rumah makan yang menggunakan arang, namun kami mempunyai target pasar utama yaitu orang yang melakukan kegiatan camping dan pecinta alam.
Dalam proses pembuatan briket cangkang kelapa sawit ada tiga tahapan yaitu : tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian. Briket cangkang kelapa sawit mempunyai penetapan aspek manajemen 6M agar proses produksi berjalan dengan efisien. Berikut aspek 6M pada proses produksi briket cangkang kelapa sawit adapun aspek 6M yaitu : man, money, material, machine, method dan market.
Dan juga kami menerapkan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi : planning, organizing, actuating, controling.

SUMMARY Palm kernel shells are one of the wastes that make up 60% of the production of palm kernel oil (Fauzi et al., 2012). A palm oil processing factory that can accommodate 100 thousand tons of new raw material bunches, which every year will produce approximately 6,000 tons of palm shells, 12,000 tons of fiber, and 23,000 tons of empty palm fruit bunches. As the hardest component of palm oil, palm shell waste has not been utilized optimally, either as boiler fuel or to fill holes in oil palm plantations. Production is all activities that create and increase the utility of a good or service. The purpose and function obtained from production results is to add use value to a product, where raw materials that initially have no use value are then processed so that they have high use value. With production management, the production process will be more focused and the company's goals will be achieved. The method used in this final project is the experimental method, in the process of making palm oil shell briquettes we have carried out three trials, in the first trial process of palm oil shell briquettes, we experienced failure because there were too many adhesives, the trial was two still failed because the briquette product was still not dry enough, and in the third trial, the briquettes we made were ready to be marketed. The location of this final assignment was carried out in the Lab of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The object and scope of this final assignment discuss processed palm oil shells which we make into briquettes. Palm oil shell briquettes are a by-product of the oil palm plant to add value to palm oil waste, namely palm oil shells. The purpose of writing this final assignment is to find out about the production of palm oil shell briquette products. The advantage of this palm oil shell is that it has a low water content of 5.5% and an ash content of 6.8% when lit and can last for 80 minutes. To light the briquettes from palm oil shells, use a tool, namely a tissue that has been moistened with cooking oil. This palm oil shell briquette product has several target markets, namely: Satay traders, grilled meatball traders, and restaurants that use charcoal, but our main target market is people who do camping activities and nature lovers. In the process of making palm oil shell briquettes, there are three stages, namely: preparation stage, implementation stage, and completion stage. Palm oil shell briquettes have 6M management aspects so that the production process runs efficiently. The following are the 6M aspects of the palm oil shell briquette production process. The 6M aspects are man, money, material, machine, method, and market. We also apply management functions which include: planning, organizing, actuating, and controlling.

Citation



    SERVICES DESK