Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KEKRITISAN LAHAN DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI SUB DAS KRUENG KEUMIREU
Pengarang
Ismawan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Sugianto - 196502231992031003 - Dosen Pembimbing I
Yulia Dewi Fazlina - 198607192015042002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2005108010005
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas pertanian Ilmu Tanah., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sungai Krueng Aceh merupakan sumber air utama bagi penduduk Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar area sekitar Krueng Aceh juga memiliki lahan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga pengelolaannya harus tepat agar produktivitas lahan tidak menurun salah satu penyebab penurunan produktivitas adalah kekritisan lahan. Lahan kritis adalah kondisi lahan yang telah mengalami penurunan fungsi dalam kemampuan maupun kualitas atau lahan yang telah mengalami kerusakan fisika, kimia dan biologi sehingga dapat mempengaruhi fungsi produksi pertanian, hidrologi, permukiman dan sosial ekonomi atau tidak dapat secara efektif dimanfaatkan untuk lahan budidaya pertanian, sebagai media pengatur tata air, maupun sebagai pelindung alam lingkungan. Sub-DAS Krueng Keumireu merupakan bagian dari DAS Krueng Aceh yang dimana kondisi lahan pada Sub-DAS Krueng Keumireu cukup besar persentase potensi kritis, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang tingkat kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu dengan bertujuan untuk mengetahui luasan lahan kritis di Sub-DAS Krueng Keumireu, serta memetakan persebaran level kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu.
Penelitian ini menggunakan metode skoring dan overlay untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu. Metode skoring dan overlay merupakan analisis spasial dengan menggunakan teknik overlay beberapa peta yang berkaitan dengan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penilaian kerentanan. Skoring didasarkan atas pembobotan berdasarkan parameter yang telah ditentukan oleh Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor: SK.306/MENLHK/PDASHL/DAS.0/7/2018 tentang Tata Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis. Parameter tersebut meliputi penutupan lahan terbaru, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi (TBE) dan fungsi kawasan hutan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu terbagi dalam lima kelas. Kelas lahan tidak kritis memiliki luas total 17.397,36 ha atau 57,73% dari keseluruhan Sub-DAS Krueng Keumireu. Kelas potensi kritis memiliki luas 8.332,16 ha atau 27,65%, sedangkan kelas agak kritis mencakup 4.007,11 ha atau 13,30%. Kelas kritis mencakup 392,01 ha atau 1,30%, dan kelas yang sangat kritis hanya memiliki luas 8,47 ha atau 0,03%. Lahan yang tidak kritis lebih dominan dalam persebaran kekritisan lahan di Sub-DAS Krueng Keumireu yang terdapat di dua kecamatan berlokasikan pada kecamatan Kota Jantho yang secara geografis berada pada posisi 50 12’75” – 50 27’84” LU dan 950 28’27” – 950 60’82” BT. Sedangkan kecamatan Seulimeum berada pada posisi 50 23’27” – 50 52’38” LU dan 950 20’42” – 950 32’42” BT. Sebaran kekritisan lahan terkecil di Sub-DAS Krueng Keumireu dengan kelas sangat kritis terdapat di dalam kawasan hutan lebih dominan berlokasikan pada kecamatan Kuta Cot Glie yang secara geografis berada pada posisi 50 36’53” – 50 36’63” LU dan 950 47’11” – 950 27’55”.
The Krueng Aceh River is main water source for residents of Banda Aceh City and the surrounding area of Aceh Besar Regency Krueng Aceh also has very important land For fulfil need alive , so that its management must right for productivity land No down one reason decline productivity is criticality land . critical land is condition land that has been experience decline function in ability and quality or land that has been experience damage physics , chemistry and biology so that can influence function production agriculture , hydrology , settlements and social economy or No can in a way effective utilized For land cultivation agriculture , as a medium for regulating water management, as well as as protector natural environment . Sub-DAS Krueng Keumireu is part from the Krueng Aceh watershed where condition land in the Krueng Sub-DAS Keumireu Enough big percentage potential critical , researcher interested For do study about level criticality land in the Krueng Sub-DAS Keumireu with aiming For know area land critical in Krueng Sub-DAS Keumireu , as well as map distribution of criticality levels land in the Krueng Sub-DAS Keumireu . Study This use method scoring and overlay for know level criticality land in the Krueng Sub-DAS Keumireu . Scoring method and overlay is analysis spatial with use technique overlay some related maps with influencing factors to evaluation vulnerability . Scoring based on on weighting based on the parameters that have been determined by the Regulations Director General of River Basin and Forestry Management Development Social Number : SK.306/MENLHK/PDASHL/DAS.0/7/2018 concerning Technical Guidelines for Compiling Critical Land Spatial Data . The parameters are covering closing land latest , slope slope , level danger erosion (TBE) and function area forest . Research result This show that level criticality land in the Krueng Sub-DAS Keumireu divided in five classes . Class land No critical own total area 17,397.36 ha or 57.73% of the entire Krueng Sub-DAS Keumireu . Class potential critical own area of 8,332.16 ha or 27.65%, while class rather critical covers 4,007.11 ha or 13.30%. Class critical covers 392.01 ha or 1.30%, and is a very critical class only own area of 8.47 ha or 0.03%. Land that is not critical more dominant in distribution criticality land in the Krueng Sub-DAS Keumireu which is located in two sub-districts located in the Kota Jantho sub-district which is geographical is at position 5 0 12'75” – 5 0 27'84” N and 95 0 28'27” – 95 0 60'82” E. While subdistrict Seulimeum is located at position 5 0 23'27” – 5 0 52'38” N and 95 0 20'42” – 95 0 32'42” E. Distribution criticality land the smallest in the Krueng Sub-DAS Keumireu with very critical class contained in area forest more dominant located in the Kuta Cot Glie sub-district which is geographical is at position 5 0 36'53” – 5 0 36'63” N and 95 0 47'11” – 95 0 27'55”.
ANALISIS TINGKAT KEKRITISAN LAHAN MELALUI PENDEKATAN SKORING PADA BEBERAPA SUB DAS DI DAS KRUENG ACEH (CINDY OLIVIA, 2025)
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENYUSUNAN BASIS DATA TINGKAT BAHAYA EROSI SUB DAS KRUENG KEUMIREU KABUPATEN ACEH BESAR (Maulidawati, 2016)
ANALISIS TINGKAT KEKRITISAN SUB DAS KRUENG KEUMIREU KABUPATEN ACEH BESAR (Hilda Sury, 2018)
IDENTIFIKASI DISTRIBUSI LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA SUB DAS KRUENG KEUMIREU (Suroso, 2016)
PENILAIAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN MANGROVE DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATCHING DI KOTA BANDA ACEH (Muhammad Fadil, 2019)