Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERLAKUAN INKORPORASI PRIMING DENGAN BERBAGAI SUMBER ASAM ASKORBAT PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP LAJU KEMUNDURAN BENIH KEDELAI (Glycine max L.)
Pengarang
NUR YUSRA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0905101050012
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013
Bahasa
Indonesia
No Classification
633.34
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam askorbat dan konsentrasinya terhadap laju kemunduran benih kedelai serta untuk mengetahui pengaruh interaksi antara sumber asam askorbat dengan konsentrasinya terhadap laju kemunduran benih kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang berlangsung sejak Februari hingga April 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4 x 3 dengan tiga ulangan. Penelitian terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama mengkaji tentang pengaruh sumber asam askorbat dalam proses invigorasi benih untuk menekan laju kemunduran benih kedelai yang terdiri dari buah jeruk manis, buah mengkudu, buah belimbing dan buah nanas. Faktor kedua merupakan studi penentuan konsentrasi ekstrak untuk memperlambat laju kemunduran benih kedelai yang terdiri dari 20%, 40% dan 60%. Tolok ukur yang diamati antara lain Potensi Tumbuh Maksimum (PTM), Daya Berkecambah (DB), Indeks Vigor (IV), Kecepatan Tumbuh (KCT), Keserempakan Tumbuh (KST) dan Waktu yang Dibutuhkan untuk Mencapai 50% dari Total Perkecambahan Relatif (T50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sumber asam askorbat baik pada kondisi benih yang tanpa mengalami penderaan maupun pada kondisi benih yang dilakukan penderaan atau pengusangan cepat metode fisik hasil terbaik diperoleh dari sumber asam askorbat yang berasal dari buah nanas. Sedangkan perlakuan konsentrasi ekstrak buah menunjukkan hasil yang lebih efektif dalam proses invigorasi yaitu pada taraf konsentrasi ekstrak buah 60%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Sumber asam askorbat berpengaruh dalam hal memperlambat laju kemunduran benih yang dilihat dari peningkatan viabilitas dan vigor benih kedelai. Sumber asam askorbat yang berasal dari buah nanas mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih selama 10 bulan dalam ruang simpan. Konsentrasi ekstrak buah terbaik ditemukan pada konsentrasi ekstrak 60%. Terdapat interaksi antara sumber asam askorbat dan konsentrasi ekstrak terhadap laju kemunduran benih kedelai dilihat dari peningkatan viabilitas dan vigor benih kedelai. Interaksi antara sumber asam askorbat buah jeruk manis dan konsentrasi ekstrak 60% merupakan kombinasi perlakuan terbaik.
Kunci : Asam askorbat, antioksidan, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, Keserempakan Tumbuh dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 50% dari total perkecambahan relatif.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KUNYIT DAN LAMA INKUBASI (PRIMING) TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERILL) (Dewi Junita, 2014)
EFEKTIVITAS EKSTRAK JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP LAJU KEMUNDURAN BEBERAPA VARIETAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL.) (Dewi Muetia Tasfa, 2016)
PENGARUH PEMUPUKAN NITROGEN DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI, SERTA MUTU FISIOLOGI BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L) MERILL.) (Cut Fitri, 2016)
PENGARUH TARAF KEMUNDURAN DAN POTENSIAL OSMOTIK LARUTAN KNO3 TERHADAP EFEKTIVITAS INVIGORASI BENIH KEDELAI (GLYICINE MAX (L.) MERRILL (Nadhiani Rizki, 2013)
KAJIAN KUALITAS SUSU KAMBING FERMENTASI YANG DITAMBAHKAN SUSU KEDELAI (GLYCINE MAX L) (Ernawati, 2024)