Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGAYAKAN DAN LAMA PEMANASAN BAHAN TERHADAP MUTU MINYAK DEDAK PADI
Pengarang
Dini Fitria - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
00511511894
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Dini Fitria 0051511894,
Pengaruh Pengayakan dan Lama Pemanasan Bahan Terhadap Mutu Minyak Dedak padi. Dibawah bimbingan Yusya' Abubakar Sebagai Ketua dan Muh. Dani Supardan Sebagai Anggota.
RINGKASAN
Dedak merupakan produk samping hasil penggilingan gabah menjadi beras yang mengandung perikarp, tegmen, lapisan aleuron, lembaga dan endosperm berpati. Kadar lemak dedak yang berkisar 10, 1-22.4% dapat dimanfaatkan sebagai minyak pangan. Adanya enzim lipase di dalam dedak, dapat menyebabkan kerusakan minyak secara cepat. Oleh karena itu, enzim lipase harus diinaktifkan. Metode inaktivasi yang umum digunakan adalah pemanasan. Minyak dedak diekstraksi dengan menggunakan pelarut. Proses ekstraksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ukuran bahan. Ukuran bahan yang tepat menentukan efisiensi ekstraksi dan jumlah rendemen. Penelitian ini bertujuan untuk. mempelajari pengaruh pengayakan bahan dan lama pemanasan bahan untuk mengekstraksi minyak dari dedak guna mendapatkan rendemen dan mutu yang baik. Variabel yang digunakan adalah pengayakan bahan yang terdiri dari dua taraf: dedak yang tidak diayak dan dedak yang diayak dengan ukuran 40 mesh, dan lama pemanasan bahan baku yang terdiri dari tiga taraf: dedak yang dipanaskan selama 30 menit, 60 menit dan 90 menit. Dedak sebanyak 200 gram diekstraksi dengan pelarut heksana pada temperatur 50-55C dengan rasio bahan terhadap heksana adalah I : 5 selama 5 jam. Kemudian, campuran dedak dan misela disaring vakum. Misela diuapkan untuk memisahkan minyak dengan pelarut menggunakan rotary vacuum evaporator. Min yak dedak padi yang dihasilkan dianalisis rendemen, bilangan asarn, bilangan iod dan bilangan peroksidanya. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan pengayakan bahan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap rendemen, bilangan iod dan bilangan pereksida minyak dedak padi. Lama pemanasan bahan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap rendemen, bilangan asam, bilangan iod dan bilangan peroksida minyak dedak padi. Sedangkan interaksi antara perlakuan pengayakan bahan dan lama pemanasan baban memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bilangan iod minyak dedak padi yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisi s minyak dedak padi, perlakuan terbaik diperoleh dari dedak yang diayak dan dipanaskan selama 90 menit yang menghasilkan rendemen 12,43%, bilangan asam 10,12 mg KOH/g minyak, bilangan iod 79,37 g/l 00g minyak dan bilangan peroksida 14,00 meq/kg minyak.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PEMBERIAN DEDAK PADI HASIL FERMENTASI RAGI (SACCHAROMYCES CEREVISIAE) TERHADAP PERTUMBUHAN ROTIFERA (BRACHIONUS PLICATILIS) (Novita, 2017)
EKSTRAKSI MINYAK KULIT PADI (RICE BRAN OIL) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT ISOPROPANOL (Rosmarita, 2024)
EKSTRAKSI MINYAK KULIT PADI (RICE BRAN OIL) DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT ISOPROPANOL (Melly Yuningsih, 2025)
PRARANCANGAN PABRIK MINYAK DEDAK PADI DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 59.000 TON/TAHUN (RASEUKI MAHADINA, 2020)
PRARANCANGAN PABRIK MINYAK DEDAK PADI DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 59.000 TON/TAHUN (ADELA RINALDI, 2020)