UJI MUTU ORGANOLEPTIK BEBERAPA JENIS KOPI BUBUK DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI MUTU ORGANOLEPTIK BEBERAPA JENIS KOPI BUBUK DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Agus Supriansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605105010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh merupakan salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia, Saat ini, bubuk kopi olchan lokal begitu banyak beredar di pasaran dengan kriteria dan kualitas yang berbeda. 0leh sebab itu, produsen lokal sangat perlu melaksanakan manajemen mutu yang tepat mulai dari penanganan bahan balqu pengolahan biji, pengemasan, sampai pada pendistribusian produk yang sesuai agar bubuk kopi yang dihasilkan memiliki mutu yang baik, sehingga dapat bersaing dengan bubuk kopi olahan yang bemutu tinggi lainnya. Pada penelitian ini dilakukan suatu kajian untuk mengetahui mutu kopi bubuk produksi lokal dengan cara melakukan uji organoleptik bubuk kopi oleh 30 panelis semi terlatih.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mutu organoleptik produk kopi bubuk lokal yang ada di Kota Banda Aceh dengan melakukan uji fisik untuk ukuran partikel dan kadar sari, serta melakukan uji kimiawi untuk kadar air, kadar abu, kealkalian abu, dan nilai pH beberapa kopi bubuk yang beredar di Kota Banda Aceh.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara membeli kopi bubuk olahan di beberapa supermarket Kota Banda Aceh. Jeris sampel yang akan di uji tingkat kesukaannya adalah kopi Ulee Kareng, kopi Ten8ku Aceh, kopi Seulimeum, dan kopi Deraco Gayo. Ke-4 jenis kopi ini digolongkan ke dalam kopi robusta. Untuk uji organoleptik akan dilibatkan 30 orang panulis semi terlatih yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni panulis pengkonsumsi kopi di rumah dan panelis pengkonsumsi kopi di warung kopi dilihat dari kebiasaan panulis semi terlatih dengan memberikan kuisioner. Kemudian data yang diperoleh dari test di atas akan diplot pada grafik dan diamati secara keseluruhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel bubuk kopi yang diteliti berkisar antara 60 - 80 mesh. Kadar air terendah dimiliki oleh kopi Tengku Aceh (1%) dan kadar air tertinggi dimiliki oleh kopi Seulimeum (3,2%). Kadar air untuk
ke4 jenis kopi dikategorikan ke dalan mutu kelas I (maks 7%). Kadar abu terendah dimiliki oleh kopi Ulee Kareng dan kopi Deraco Gayo (3,33%), sedangkan kadar abu tertinggi dimiliki oleh kopi Seulimeum (4%). Kadar abu untuk ke-4 jenis kopi dikategorikan ke dalam mutu kelas I (maks 5%). Kealkalian abu terendah dimiliki oleh kopj Seulimeum (33,.33 ml x N. NaoTi/100 gr) dan yang tertinggi dimiliki oleh kopi Ulee Kareng (72 ml x N. NaoII/100 gr). Untuk pengkelasan mutu kealkalian abu, kopi Ulee Kareng dan kopi Deraco Gayo masuk ke dalam kategori mutu kelas I sedangkan kopi Tengku Aceh dan kopi Seulimeum masuk ke dalam kategori kelas 11. Sari kopi terendah dimiliki oleh kopi Tengku Aceh (37,57%) dan yang tertinggi dimiliki oleh kopi Deraco Gayo (48,61 ). Untuk pengkelasan mutu sari kopi, ke empat jenis kopi ihi masuk ke dalam kategori mutu kelas 11 (maks 60). Berdasarkan SNI 01 -3542-2004, maka kopi Ulee Kareng, kopi Tengku Aceh, kopi Seulimeum, dan kopi Deraco Gayo tergolong ke dalam mutu 11. Untuk analisis organoleptik atau tingkat kesukaan, secara umum semua panulis menyatakan biasa, dibuktikan dengan skor 3 untuk semun atribut mutu yang di uji. Hasil uji nilai pH menunjukkan pH kopi sampel yang diteliti masih dalam range pH kopi robusta pada umumnya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK