Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DARI PERSPEKTIF PSIKOSOSIAL STUDI KASUS DI KABUPATEN ACEH JAYA
Pengarang
Mara Julidar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
2205202010003
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S2) / PDDIKTI : 54101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Agribisnis., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penyuluh pertanian menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada petani mengenai berbagai aspek pertanian, mulai dari penanaman, pengendalian hama, pemanenan dan pasca panen. Penyuluh sebagai pendampingan dan konsultasi yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga mendampingi petani dalam menerapkan pengetahuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 15 Informan kunci (key informant) pada setiap lokasi penelitian yang terdiri dari 1 (satu) orang koordinator Jabatan Fungsional (KJF), 1 (satu) orang coordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP),1(satu) orang Penyuluh Pertanian Lapangan, 1 (satu) kelompok Tani, dan 1 orang Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di setiap kecamatan, maka jumlah Informan kunci 5 (lima) orang per kecamatan pada lokasi setiap penelitian. Penentuan sampel dilakukan dengan menerapkan teknik Purposive Sampling, di mana pengambilan sampel sumber data didasarkan pada pertimbangan tertentu. Sampel penelitian ini adalah penyuluh pertanian dan kelompok tani. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan : Analisis SWOT dimana dimaksudkan untuk memperoleh faktor-faktor strategi internal dan eksternal peningkatan kinerja penyuluh pertanian. Dari hasil analisis IFE (internal Factor Evaluation) dan EFE (Eksternal Factor Evaluation) memberikan gambaran tentang posisi kinerja penyuluh pertanian di kabupaten Aceh jaya dengan Skor Total IFE sebesar 3,493 menunjukkan secara internal, kinerja penyuluh pertanian berada pada katagori sedang, berarti memiliki beberapa kekuatan signifikan, tetapi juga ada kelemahan yang perlu diperbaiki. Skor total EFE sebesar 3,64 menunjukkan secara eksternal berada pada kategori tinggi, bahwa kinerja penyuluh pertanian di kabupaten Aceh jaya memiliki banyak peluang yang dapat dimanfaatkan dan tantangan yang perlu diatasi dengan strategi yang tepat. Integrasi psikososial dalam analisis SWOT yang menjadi Strenghs (kekuatan), adalah komunikasi yang efektif, kepercayaan yang tinggi, Modal Sosial yang kuat dan Resiliensi penyuluh. Sedang Weaknesses (Kelemahan) ada pada frekuensi komunikasi yang rendah, durasi komunikasi yang singkat, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dan iklim organisasi yang kurang mendukung. Yang menjadi Opportuniteis (Peluang) ada pada Program Pelatihan Terstruktur, Supervisi lapangan yang Rutin, Penguatan Jaringan Sosial dan Inovasi Teknologi Pertanian. Sedangakan yang menjadi Treast (Ancaman) ada pada Perubahan Kebijakan Pertanian, Ketidakstabilan Iklim, Keterbatasan Sumber Daya dan Resistensi dari Petani.
Agricultural extension workers provide education and training to farmers on various aspects of agriculture, ranging from planting, pest control, harvesting and post-harvest. Extension workers as mentors and consultants who not only provide information but also assist farmers in applying this knowledge. This study uses a qualitative approach by involving 15 key informants at each research location consisting of 1 (one) coordinator of the Functional Position (KJF), 1 (one) coordinator of the Agricultural Extension Center (BPP), 1 (one) Field Agricultural Extension Officer, 1 (one) farmer group, and 1 Chairman of the Mainstay Fisherman Farmer Contact (KTNA) in each sub-district, then the number of key informants is 5 (five) people per sub-district at the location of each study. Sample determination is carried out by applying the Purposive Sampling technique, where sampling the data source is based on certain considerations. The sample of this study is agricultural extension workers and farmer groups. Data analysis was carried out using the approach: SWOT analysis which was intended to obtain internal and external strategic factors to improve the performance of agricultural extension workers. From the results of the IFE (Internal Factor Evaluation) and EFE (External Factor Evaluation) analyses, it provides an overview of the performance position of agricultural extension workers in Aceh Jaya district with a Total IFE Score of 3,493 showing that internally, the performance of agricultural extension workers is in the medium category, meaning that it has some significant strengths, but there are also weaknesses that need to be improved. The total EFE score of 3.64 shows that externally it is in the high category, that the performance of agricultural extension workers in Aceh Jaya district has many opportunities that can be utilized and challenges that need to be overcome with the right strategy. The psychosocial integration in SWOT analysis is Strenghs, which are effective communication, high trust, strong Social Capital and Resilience of extension workers. Meanwhile, Weaknesses are low communication frequency, short communication duration, lack of continuous training, and a less supportive organizational climate. What is Opportuniteis, is in the Structured Training Program, Routine Field Supervision, Strengthening Social Networks and Agricultural Technology Innovation. Meanwhile, the Treast , are in Agricultural Policy Changes, Climate Instability, Resource Limitations and Resistance from Farmers.
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DARI PERSPEKTIF PSIKOSOSIAL STUDI KASUS DI KABUPATEN ACEH JAYA (Mara Julidar, 2024)
KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PALA DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN (ANDRIAN NOFIANDI, 2016)
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN KARAKTERISTIK INOVASI DENGAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (RAISA TAUZAHRA, 2020)
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (Alfina Damayanti, 2024)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN KUTA BARO DAN BLANG BINTANG ACEH BESAR (Cut Reva Ony Auliya, 2019)