KARAKTERISTK SISTEM PENGERING TEPUNG BERAS DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI PANAS BAHAN BAKAR MINYAK TANAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISTK SISTEM PENGERING TEPUNG BERAS DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI PANAS BAHAN BAKAR MINYAK TANAH


Pengarang

Wardani B - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851611466

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian terhadap "Sistem pengering tepung dengan menggunakan energi panas bahan bakar" dilakukan dalam rangka memperbaiki teknologi pengeringan tepung beras. Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak tanah. Keistimewaan yang djharapkan yaitu dapat meringkatkan kualitas dan kuatitas tepung beras dibandingkan dengan pengeringan tradisional Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakter dari sistem pengering tepung dengan menggunakan energi panas bahan bakar dalam mengeringkan tepung beras. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan Oktober 2005, di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh.
Melalui penelitian pendahulun telah dilakukan uji kemampuan alat pengering tanpa bahan (dilakukan untuk melihat distribusi temperaturnya). Kemudian dilakukan pengeringan tepung beras (selama 2 jam) dengan dua perlakuan yaitu ketebalan tepung 1 cm dan ketebalan tepung 1,5 cm. Pada setiap perlakuan diukur temperatur bola kering (bk), temperatur bola basah (bb), dan susut bobot per 15 menit. Selanjutnya menggunakan grafik Psikrometrik dihitung kelembaban relatif (RH). Seluruh data ditanpilkan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi temperatur (T) pada kedua perlckuan yang diberikan menunjukkan pola yang hampir sama, dimana terdapat 2 pasang tempeTatur yang sating bertindih kurvanya yaitu pasangan rak I dengan rak 2, dan pasangan rak 3 dengan rak 4. Dalam hal ihi nilal T pasangan rak 1 dan rak 2 lebih tinggi dari nilai T pasangan rak 3 dan rak 4. T tertinggi pada perlakuan relatif (RH) membentuk pola grafik yang sangat beragam. RH terbaik diwakili oleh nilaj RH yang rendah, dicapai pada rak 3, yaitu 27% (perlakuan I) dan 19% (perlakuan 2). Distribusi pola RH sangat dipengaruhi oleh desain dari sistem pengering, karena secara teoritis nilai RH rendah seharusnya dicapai pada posjsi nilai T tinggi. Penurunan kadar air sebagai prestasi pengeringan menunjukkan bahwa rata-rata kadar air yang diperoleh adalah 14,62% untuk perlakunn 1 dan 18,86% untuk perlakuan 2. Sistem pengering energi panas bahan bakar memiliki beberapa keunggulan yaitu kapasitas sistem pengering dengan 4 lapis rak, melindungi bahan yang dikeringkan dari debu, cemaran logam, cemaran arsen, dan membutuhkan biaya operasional yang rendah sebesar Rp. 2250,-/2 jam proses pengeringan. Kapasitas yang besar dan biaya operasional yang murah ini diharapkan menjadi kekuatan bagi suksesnya penerapan sistem pengering ini dimasa yang akan datang. Ketebalan lapisan tepung berpengaruh terhadap distribusi RH dan kadar air akhir tepung beras.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK