KAJIAN TINGKAT KEMAMPUAN PENYERAPAN PANAS OLEH TANAMAN RUMAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN TINGKAT KEMAMPUAN PENYERAPAN PANAS OLEH TANAMAN RUMAH


Pengarang

Maulina Handayani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0105106010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

630

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Terjadinya gempa bumi 8.9 Skala Richter (SR) yang disusul dengan gelombang tsunami tangga l 26 Desember 2004 telah mengakibatkan temperatur udara meningkat. Dengan meningkatnya temperatur udara akan berpengaruh terhadap perubahan cuaca yang tidak normal. Temperatur panas merupakan salah satu yang mempengaruhi temperatur tersebut. Sebagian panas radiasi matahari yang diterima oleh bumi diserap oleh tanaman. Tanaman merupakan penyerap panas yang sangat berpengaruh besar. Contohnya. ada jenis tanaman yang tahan terhadap sinar matahari, tetapi ada juga yang tidak tahan terhadap sinar matahari. Biasanya tanaman yang ditanam disekeliling rumah adalah palem, pisang, pepaya dan mangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman taman dalam menyerap panas akibat radiasi matahari disekelilingnya Tanaman taman yang dimaksud adalah palem, pisang, pepaya, dan mangga. Kajian tingkat kemampuan penyerapan panas oleh tanarnan rumah ini juga diharapkan bisa mengatasi dampak perubahan temperatur udara untuk lingkungan rumah, sehingga lingkungan tempat tinggal menjadi nyaman. Dengan cara pengubahan sistem terbuka atau alam bebas kedalam sistem tertutup berupa ruang isolasi diharapkan akan memperoleh hasil yang maksimal. Dari hasil pengukuran dapat terlihat bahwa tanaman mangga mampu menyerap panas lebih tinggi dari pada tanaman pisang dan palem. Hal ini dapat diketahui dengan rendahnya temperatur pada ruang isolasi tanaman mangga, dengan temperatur 40.4°C, RH 58.5% dan besar panas yang diserap oleh tanaman adalah 2 I 696 Joule. Demikian juga halnya dengan tanaman pepaya, mampu menyerap panas dengan baik, dengan temperatur 43. I °C, RH 48.9%, besar panas yang diserap oleh tanaman 22271 Joule. Akan tetapi, tanaman ini tidak dapa t bertahan hidup lebih lama seperti tanaman mangga. Palem hanya sedikit menyerap panas sebesar 9816 Joule, dengan temperatur 47.9C dan RH 58.6%. Tanaman ini masih mampu bertahan pada temperatur yang tinggi dan kelembaban (RH) yang relatif sedang. Walaupun tanaman pisang menyimpan cadangan air pada batangnya, tanaman ini tidak bertahan lama. Dengan temperatur 45.4°C dan RH 44.1%, besar panas yang diserap adalah 12679 Joule. Pada ruang tanpa tanaman, temperatur yang diukur lebih tinggi yaitu 49.1C dan RH 41.4%. Untuk ruang tanpa tanaman ini tidak terjadi penyerapan panas. Dari penelitian yang dilakukan sampai tiga hari berturut-turut ini hanya tanaman mangga dan palem yang dapat benahan, walaupun daunnya sedikit terlihat layu akibat terkena sinar matahari. Sinar matahari yang didapat oleh tanaman melalui pemancaran panas yang melewati ruang isolasi ini berfungsi mengatur fotosintesis pada tanaman. Dengan fotosintesis pada tanaman dapat mendorong terjadinya penguapan (transpirasi) didalam ruang isolasi. Berkurangnya kelembaban relatif dapat mempercepat pengeringan, mempercepat hilangnya air bagi pertumbuhan tanaman. Bila air yang diserap sedikit, sedangkan penguapan lewat daun banyak tanaman akan menjadi layu.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK