TEKNOLOGI OLAHAN MINUMUM BUAH PEPAYA L.) MENGGUNAKAN LAPISAN EDIBEI (EDIBEL COATING) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TEKNOLOGI OLAHAN MINUMUM BUAH PEPAYA L.) MENGGUNAKAN LAPISAN EDIBEI (EDIBEL COATING)


Pengarang

Nana Miranti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0251610045

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Buah pepaya merupakan salah satu produk holtikultura yang populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat dalam keadaan segar atau olahan, oleh sebab itu untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang menghendaki semuanya serba cepat dan praktis maka dewasa ini proses pengolahan secara minimal minimally processing) banyak diterapkan pada buah-buahan. Namun masalah yang sering muncul akibat dari proses pengolahan secara minimal pada buah adalah meningkatnya kecepatan kerusakan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan mutu simpan dari suatu produk pengolahan secara minimal, salah satunya adalah dengan pelapisan edibel (edible coating). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelapisan edibel (edible coating) pada buah pepaya (Carica papaya L.) selama penyimpanan, sehingga diperoleh jenis pelapisan edibel (edible coating) yang sesuai untuk mempertahankan mutu simpan buah pepaya. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 22 Februari - 14 Maret 2007 di Laboratorium Penanganan Pascapanen. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan model RAL (Rancangan Acak Lengkap) faktorial pola 2X2 dan 3 ulangan dengan 2 faktor yang diuji yaitu : Suhu penyimpanan (T terdiri atas dua taraf yaitu suhu ruang 25C-30C (T,) dan suhu lemari pendingin 10€-15C (T,). Serta pelapisan Edible coating (K) terdiri atas dua taraf yaitu pelapisan Edible coating dengan pektin (K;) dan pelapisan Edible coating dengan Pati Beras (K;). Parameter yang dianalisis meliputi susut bobot (%), kekerasan (kg/cm), total padatan terlarut (TPT) (%), Vitamin C (mg/I00gr) dan organoleptik, yang iamati setiap 2 hari sekali selama 20 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu penyimpanan (T} berpengaruh sangat nyata (P0.0I) terhadap susut bobot buah pepaya, sedangkan perlakuan edible coating (K) dan interaksi keduanya (TK) tidak berpengaruh nyata pada susut bobo t selama penyimpanan. Kekerasan buah pepaya selama penyimpanan, juga berpengaruh sangat nyata (P>0.0I) terhadap perlakuan suhu penyimpanan (T) dan berpengaruh sangat nyata (P>0.0I) terhadap perlakuan edible coating (K) pada penyimpanan hari ke-4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 20 senta berpengaruh nyata (P0.01) terhadap perlakuan edible coating (K) pada penyimpanan hari ke-2, 4, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20. Sedangkan interaksi keduanya (TK) berpengaruh sangat nyata (P-0.0I) selama penyimpanan pada hari ke-8, 10, 12, 14, 16, 18 dan pada hari ke-20. kandungan Vitamin C berpengaruh sangat nyata (P-0.01) terhadap perlakuan suhu penyimpanan (T), edible coating (K) dan interkasi keduanya (TK). Uji organoleptik terbaik yang disukai pinalis pada penelitian ini adalah buah pepaya yang disimpan pada suhu lemari pendingin dan diberi edible coating pektin (TK,).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK