Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PEMBUATAN TEPUNG SUKUN DENGAN PENAMBAHAN NATRIUM BISULFIT (NaHS03) DAN LAMA PERENDAMAN BERPENGARUH TERHADAP MUTU TEPUNG SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS)
Pengarang
Muktaruddin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9851511530
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN Sukun (artocarpus altilis) merupakan kerabat dekat nangka (Artocarpusintegra) dan kerabat dekat cempedak (artocarpus champeden) dikalangan internasional sukun dikenal sebagai buah roti. Tanaman sukun adalah jenis tanaman penghasil karbihidrat berumur panjang sehingga mampu berproduk si secara terus menerus sampai puluhan tahun. Menurut jenisnya sukun dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu : sukun gundul, sukun kecil, dan sukun medium.Sukun merupakan buah yang kaya karbohidrat dan 100 buah sukun dihasilkan energi I 08 kalori sampai menjadi tepung sukun menghasilkan energy 302 kal dan 78,9 g karbohidrat. Hal ini hampir mendekati beras yang berenergi 360 kal dan 78,9 g karbohidrat. Berdasarkan kandungan karbohidrat dan nilai nutrisi lainnya seperti protein, lemak, mineral, dan vitamin, buah sukun mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai salah satu makanan pendamping beras. Tetapi sukun mempunyai kelemaham yaitu mudah busuk dan tidak tahan lama sehingga perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut menjadi produk setengah jadi yaitu dalam bentuk tepung Tepung merupakan salah satu bentuk altematif produk setengah jadi yang dianjurkan, karena lebih tahan untuk disimpan, muda dicampur (dibuat komposit), diperkaya zat gizi dan lebih cepat dimasak sesuai dengan keinginan Untuk menghasilkan tepung umbi-umbian dan buah-buahan terlebih dahulu dibuat gaplek, kemudian baru dilakukan proses penggilingan (penepungan) menjadi tepung, begitu juga dalam pembuatan tepung sukun. Produk yang dihasilkan pada pembuatan tepung sukun berwarna putih kecoklatan. Untuk mengurangi warnacoklat dani tepung yang dihasilkan maka perlu ditambahkan bahan pengawet/pemutih Natrium Bisulfit. Bagian yang aktif dari natrium bisulfit adalah dalam bentuk belerang oksida (SO;).Tujuan penelitian ini secara umum mengetahui cara pembuatan tepung sukun dan secara khusus untuk mengetahui pengaruh penambahan natrium bisulfit dan lama perendaman terhadap mutu tepung sukun yang dihasilkan. Penilitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lenglap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti yaitu lama perendaman (R) terdini dari tiga taraf: RI: 5 menit, R2 : I0 menit,I5 menit dan konsentrasi Natrium Bisulfit (P) terdini dari tiga tarafyaitu: PI = 100 ppm, P2 = 200 ppm dan P3 = 300 ppm.Parameter yang diamati kadar air. serat kasar, kadar abu dan kadar protein serta uji organoleptic. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penambahan konsentrasi natrium bisulfit berpengaruh sangat nyata terhadap (P
Tidak Tersedia Deskripsi
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS (SITTY MAYSARAH, 2016)
PEMBUATAN MI KERING PASTA SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) DENGAN PENAMBAHAN HDROKOLOID CMC (CARBOXY METHYL CELLULOSE) DAN KAPPA KARAGINAN(KAPPAPHYCUS ALVAREZII) (Satria Putra, 2016)
SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG SUKUN (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS, LAMK) DALAM PEMBUATAN CAKE (Cut Anita, 2024)
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KULIT DIMSUM BERBAHAN BAKU TEPUNG LOKAL DENGAN PENAMBAHAN BAYAM HIJAU (Sarah Agustin, 2024)
SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG SUKUN PADA PEMBUATAN KUE SEPIT (Erlinda, 2024)