PENGARUH KONSENTRASI NA2S2O5 (NATRIUM METABISULFIT) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP UMUR SIMPAN BUAH TOMAT APEL (LYCOPERSICUM PYRIFORME) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI NA2S2O5 (NATRIUM METABISULFIT) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP UMUR SIMPAN BUAH TOMAT APEL (LYCOPERSICUM PYRIFORME)


Pengarang

Ika Muhria - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0205106010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Tomat salah satu komoditi yang banyak di gemari oleh masyarakat. Tomat termasuk jenis komoditi hollikultura yang mudah mengalami kerusakan baik fisik, mekanis maupun mikrobiologis sehingga diperlukan penanganan yang memadai agar kualitas buah dapat dipertahankan dan umur simpan yang dapat diperpanjang. Selama penyimpanan tomat mengalami perubahan kualitas yang disebabkan oleh proses biologis berupa transpirasi dan respirasi yang menyebabkan terjadinya perubahan susunan fisik dan kimia tomat. Perendaman tomat didalam larutan Na5Os merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi penurunan kualitas dan memperpanjang umur simpan tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan konsentrasi larutan Na2S205 terhadap umur simpan tomat selama penyimpanan pada suhu ruang. Analisi mutu tomat meliputi: susut bobot, kekerasan, kandungan vitamin C dan uji organoleptik yang masing-masing diamati pada hari ke-0, 5, 10, I5, dan hari ke-20 penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial. Faktor pertama Larutan Na2,S2,05, (K) terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu 0,05%; 0,10% dan 0,15%. Faktor kedua waktu perendaman (R) terdiri atas tiga taraf yaitu 5 menit 10 menit dan 15 menit. Faktor ketiga lama penyimpanan yaitu : hari ke-0, 5, 10, 15, dan 20. Pada penelitian ini dipakai Ko dan Ro sebagai kontrol. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan . Hasil penelitian menunjukkan selama 20 hari penyimpanan pada tomat, untuk konsentrasi 0,05% Na,S0, dengan perendaman selama 5 menit adalah perlakuan yang terbaik karena mampu menghambat laju kehilangan susut bobot yaitu sebesar 7,55%. Pada kekerasan dengan konsentrasi 0,10% Na,S0, dengan perendaman 10 menit yaitu sebesar 0,05 kg/cm. Pada uji vitamin C perlakuan dengan nilai tertinggi adalah konsentrasi 0,10% Na2,S2,O5 perendaman 5 menit yaitu sebesar 28,30 mg/I00gr. Dari has il uji organoleptik aroma, warna, rasa dan tekstur terhadap tomat yang diawetkan pada konsentrasi 0,05% Na5SO< dengan perendaman 5 menit adalah yang paling diminati oleh panelis. Pada hari ke-20 panelis memberikan nilai aroma 1.20. tekstur 1.05. rasa 1.20 dan wama 1.05. Dari hasil Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa, variasi lamanya perendaman dan penyimpanan berbeda nyata terhadap susut bobot dan uji vitamin C, variasi konsentrasi tidak berbeda nyata. Sedangkan untuk kekerasan, variasi konsentrasi dan lamanya penyimpanan berbeda nyata, variasi waktu perendaman tidak berbeda nyata. Dari hasil uji lanjut Duncan 5%, pengaruh lamanya penyimpanan berbeda nyata terhadap susut bobot, kekerasan, vitamin C, warna, citarasa, tekstur dan aroma.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK