PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN TAMBAHAN MAKANAN TERHADAP KARAKTERISTIKRNORGANOLEPTIK KERUPUK SAGO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN TAMBAHAN MAKANAN TERHADAP KARAKTERISTIKRNORGANOLEPTIK KERUPUK SAGO


Pengarang

Silatur Rahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805105010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kerupuk sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia terutama sebagai pelengkap hidangan. Menurut Standar lndustri Indonesia, kerupuk adalah produk makanan kering, yang dibuat dari tepung tapioka atau pati dengan atau tanpa penambahan bahan makanan dan bahan tambahan lain yang diizinkan. Akan tetapi saat ini begitu banyak kerupuk yang menggunakan bahan-bahan tambahan makanan yang tidak diizinkan atau membahayakan konsumen, seperti penggunaan bleng, karena bleng mampu memperbaiki warna, tekstur, flavor serta sebagai pengawet.
Senyawa Sodium tripolifosfat (STPP) biasa digunakan dalam pembuatan mie untuk meningkatkan elastisitas produk. Selain itu STPP juga mempunyai kemarnpuan sebagai pengawet makanan. Penggunaan bleng pada kerupuk yang dapat memperbaiki karakteristik kerupuk, diduga dapat digantikan dengan STPP yang aman bagi tubuh. Soda kue juga dapat digunakan sebagai pengembang yang sering digunakan dalam pembuatan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis dan konsentrasi bahan tambahan makanan terhadap karakteristik organoleptik kerupuk sagu.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 x 3 dengan 3 ulangan, sehingga tardapat 6 kombinasi perlakuan dan 18 unit percobaan. Ada 2 faktor yang diteliti yaitu jenis bahan tambahan makanan terdiri atas dua taraf yaitu soda kue (J1), Sodium tripolifosfat (J2). Sedangkan faktor konsentrasi bahan pengembang terdiri atas tiga taraf yaitu 1% (Kl), 3%(K2), 5% (K3). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah
karakteristik organoleptik (warna, rasa, aroma dan kerenyahan), karakteristik fisik
(volume pengembangan kerupuk), kadar air, kadar abu dan kadar protein.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan tambahan makanan berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK