Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
EVALUASI PENGGUNAAN RAMUAN TRADISIONAL DALAM PENANGANAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA SAPI (BOS TAURUS) DI ACEH BARAT DAYA
Pengarang
Imam firdaus pusta - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Amalia Sutriana - 197208121998022001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2102001010016
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit menular yang berdampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas sapi (Bos taurus). Di Kabupaten Aceh Barat Daya, penggunaan ramuan tradisional sebagai alternatif pengobatan PMK telah lama diterapkan oleh masyarakat lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan ramuan tradisional dalam pengobatan PMK pada sapi di Aceh Barat Daya, mengidentifikasi bahan-bahan yang digunakan, serta menganalisis dampak penggunaannya terhadap kesehatan sapi. Data diperoleh melalui wawancara dengan peternak dan praktisi pengobatan tradisional, serta observasi langsung pada sapi yang diobati dengan ramuan tradisional. Selain itu, dilakukan analisis terhadap komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan tradisional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ramuan tradisional yang digunakan terdiri dari berbagai bahan alami seperti kunyit, minyak kelapa, dan kapur barus. Penggunaan ramuan ini terbukti efektif dalam mengurangi gejala PMK seperti luka pada mulut dan kuku, demam, serta kehilangan nafsu makan. Sapi yang diobati dengan ramuan tradisional menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan dalam waktu yang relatif singkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ramuan tradisional memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan yang efektif dan ekonomis untuk PMK pada sapi di Aceh Barat Daya. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas jangka panjang dan potensi efek samping dari penggunaan ramuan tradisional ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pengobatan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Foot and Mouth Disease (FMD) is a highly contagious disease that significantly impacts the health and productivity of cattle (Bos taurus). In Aceh Barat Daya Regency, traditional herbs have long been used by the local community as an alternative treatment for FMD. This study aims to evaluate the effectiveness of traditional herbs in treating FMD in cattle, identify the ingredients used, and analyze the impact of their use on cattle health. Data were collected through interviews with farmers and traditional medicine practitioners, as well as direct observation of cattle treated with traditional herbs. Additionally, an analysis was conducted on the composition of the ingredients used in the traditional remedies. The results of the study indicated that the traditional remedies consist of various natural ingredients such as turmeric, coconut oil, and camphor. The use of these remedies has been proven effective in reducing FMD symptoms such as mouth and hoof lesions, fever, and loss of appetite. Cattle treated with traditional remedies showed improved health conditions in a relatively short period. This study concludes that traditional herbal remedies have potential as an effective and economical alternative treatment for FMD in cattle in Aceh Barat Daya. Further research is needed to test the long-term effectiveness and potential side effects of using these traditional remedies. The findings of this study are expected to contribute to the development of sustainable and locally-based treatment methods.
PROGRAM VAKSINASI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN WABAH PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) PADA PETERNAKAN SAPI DI KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA (REDHITA AULIA PUTRI, 2025)
SURVEI PREVALENSI INFEKSI VIRUS PENYAKIT MULUT DAN KUKU BERDASARKAN SPESIES SAPI RNDI KABUPATEN ACEH BESAR. (RANDA JUNEDRI, 2025)
POTENSI PENGGUNAAN ELISA NON STRUCTURAL PROTEIN (NSP) DALAM MENDETEKSI ANTIBODI VIRUS PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA SAPI (MUHAMMAD RIZKY PRADES, 2025)
DETEKSI VIRUS PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA SAPI MENGGUNAKAN METODE IMUNOKROMATOGRAFI DENGAN RAPID TEST KIT DI ACEH BESAR. (Bima Nugraha, 2024)
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI PUSKESWAN KECAMATAN KANDIS, KABUPATEN SIAK, PROVINSI RIAU (Qabil Wahyudi, 2023)