MODEL PREDIKSI DAN ANALISIS SPASIAL KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

MODEL PREDIKSI DAN ANALISIS SPASIAL KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Farrah Fahdhienie - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mudatsir - 196703251992031002 - Dosen Pembimbing I
Taufik Fuadi Abidin - 197010081994031002 - Dosen Pembimbing II
Nurjannah - 197907112006042002 - Dosen Pembimbing III



Nomor Pokok Mahasiswa

2107301010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Doktor Ilmu Kedokteran / PDDIKTI : 11001

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.995

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar belakang: Program penanggulangan TB Global End TB telah berdampak semakin meningkatnya angka keberhasilan pengobatan (Treatment Success Rate) dan angka jumlah kasus yang diobati dan dilaporkan (Treatment Coverage) baik di dunia maupun Indonesia, namun belum dapat menurunkan angka kejadian dan kematian TB Paru. Penurunan angka kejadian TB Paru dapat dilakukan sejalan dengan program penanggulangan dan pengendalian TB Paru secara spesifik berdasarkan determinan kesehatan, ketahanan pangan, lingkungan fisik rumah, dan determinan budaya lokal. Diperlukan pemodelan prediksi dan analisis spasial kejadian TB Paru agar dapat mengidentifikasi dan memberikan solusi untuk prioritas program pengendalian TB Paru di Kota Banda Aceh.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain case control. Populasi berjumlah 392 orang yang terdiri dari 196 kasus dan 196 kontrol. Analisis pemodelan menggunakan SEM PLS dan analisis spasial menggunakan SatScan, GeoDa, dan QGIS.
Hasil: Terdapat pengaruh antara determinan kesehatan, lingkungan fisik rumah, dan determinan budaya lokal terhadap kejadian TB Paru dengan persamaan Y= 0.109X1 + 0.065Z1 + 0.638Z2 + 0.07Z3. Determinan kesehatan melalui lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat dan determinan budaya lokal yang negatif berpengaruh terhadap kejadian TB Paru. Ditemukan hotspot kejadian TB Paru di Kecamatan Meuraxa dan satu Most Likely Clustering yang meliputi tujuh kecamatan.
Kesimpulan: Pencegahan dan pengendalian TB diprioritaskan kepada program pembangunan rumah yang memenuhi syarat kesehatan, pemantauan pada kontak erat, skrining komorbid, kolaborasi dengan tokoh masyarakat, serta peningkatan edukasi TB pada masyarakat yang berisiko.

Background: The Global End TB TB control program has had an impact on increasing treatment success rates (Treatment Success Rate) and the number of cases treated and reported (Treatment Coverage) both in the world and in Indonesia, but has not been able to reduce the incidence and death rates of pulmonary TB. Reduction in the incidence of pulmonary TB can be carried out in line with specific pulmonary TB prevention and control programs based on health determinants, food security, physical home environment, and local cultural determinants. Predictive modeling and spatial analysis of pulmonary TB events are needed in order to identify and provide solutions for priority pulmonary TB control programs in Banda Aceh. Methods: This research was conducted using quantitative methods with a case control design. The population was 392 people consisting of 196 cases and 196 controls. Modeling analysis using SEM PLS and spatial analysis using SatScan, GeoDa, and QGIS. Results: There is an influence between health determinants, the physical environment of the home, and local cultural determinants on the incidence of pulmonary TB with the equation Y= 0.109X1 + 0.065Z1 + 0.638Z2 + 0.07Z3. Determinants of health through a physical environment at home that does not meet the requirements and local cultural determinants that negatively influence the incidence of pulmonary TB. A hotspot for pulmonary TB was found in Meuraxa District and one Most Likely Clustering in seven districts. Conclusion: TB prevention and control are prioritized for housing development programs that meet health requirements, monitoring programs for close contacts, comorbid screening, collaboration with community leaders, and increasing TB education in communities at risk.

Citation



    SERVICES DESK