PENGARUH JENIS BAHAN BAKU DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH JENIS BAHAN BAKU DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL)


Pengarang

Hasrin Purwanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305105010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

579

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Masalah lain dari penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus digunakan selama ini adalah rusaknya struktur tanah sehingga perkembangan akar tanaman menjadi tidak sempurna. Selain itu. penggunaan pupuk kimia menyebabkan ketergantungan petani.
Sebagian petani di Indonesia mulai menetapkan penggunaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia dalam mengembalikan kesuburan dan daya tahan tanah. Di Aceh, daerah yang mulai menggunakan pupuk organik, salah satunya adalah di Desa Jruek Balee, Kecamatan lndrapuri. Kabupaten Aceh Besar. Petani di daerah ini mulai beralih kembali pada penggunaan kompos atau bokasi.
Bahan yang diperlukan dalam pembuatan pupuk bokasi salah satunya adalah EM-4 (Efektif Mikroorganisme 4). EM-4 merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Penggunaan
EM-4 dalam pembuatan bokasi memang sangat menguntungkan tetapi jika ditinjau dari segi biaya, penggunaan EM-4 membutuhkan biaya yang relatif mahal. Untuk mengatasi masalah tersebut. petani mencari alternatif lain dengan
memanfaatkan limbah hasil pertanian untuk bahan pembuatan MOL (Mikroorgrnisme Lokal), yang menpunyai manfaat sama dengan EM-4 dalam pembuam pupuk bokesi.
MOL dapat dibuat dengan memanfaatkan buah-buahan hasil pertanian. Namun permasalahannya adalah buah-buahan yang tersedia di desa tersebut bersifat musiman bahkan ada desa-desa lainnya yang tidak mempunyai bahan-bahan tertentu. Selain itu, proses fermentasi yang dilakukan berlangsung selma 7 hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis bahan baku dari hasil pertanian dan lama fermentasi terhadap mutu MOL yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Tapisah (RPT) atau Split Pot yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak. Petak Utama adalah jenis bahan baku (J) yang terdiri dari 4 taraf yaitu J1 = Buah nenas, J2 = Buah pisang, J3 = Buah pepaya den J4 = Campuran buah nenas, pisang dan pepaya .Anak Petak adalah lama fermentasi (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu L1 = 0 hari dan L2 = 4 hari dan L3 = 5 hari dan L4 = 7 hari. Kombinasi dari perlakuan adalah 4 x 4 dengan menggunakan 2 hali ulangan (U) sehingga diperoleh 32 satuan peroobann. Analisis yang dilakukan terhadap MOL meliputi totaal Cell Count (TCC), jumlah mikcorganisme bakteri, jumlah mikroorganisme jamur, tingkat keasaman (pH) dan uji organolaptik terhadap warna dan aroma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan baku yang digunakan pada pembuatan MOL berpengaruh sangat nyata terhadap nilai organoliptik warna (P0,05) terhadap nilai TCC, jumlah Mikroonganisme bakteri, mikroorganisme jamur, dan nilai pH. Lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK