MITIGASI KONFLIK ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI KECAMATAN BAKONGAN, KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MITIGASI KONFLIK ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI KECAMATAN BAKONGAN, KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

ASYRAF FURQAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Erdiansyah Rahmi - 197405122000031001 - Dosen Pembimbing I
Ulfa Hansri Ar Rasyid - 199203022019032021 - Dosen Pembimbing II
Roslizawaty - 196901192003122001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1905110010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian - Kehutanan., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

599.883

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Orangutan adalah satu-satunya primata besar yang mendiami pulau Asia. Ada tiga
jenis orangutan di Indonesia, yaitu orangutan sumatera (Pongo abelii), orangutan
kalimantan (Pongo pygmaeus) dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis).
Kelangsungan hidup orangutan sangat bergantung pada kawasan hutan yang menjadi
habitat alami orangutan sumatera. Degradasi hutan dalam jumlah besar di kecamatan
Bakongan yang bersinggungan dengan kawasan ekosistem leuser menyebabkan eskalasi
konflik antara masyarakat dengan orangutan sumatera. Upaya mitigasi konflik dilakukan
oleh pemerintah yaitu BKSDA dan mitra dari NGO yaitu YOSL OIC dan juga elemen
masyarakat untuk mengurangi kasus konflik dengan orangutan sumatera.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menginterpretasikan
data-data yang ditemukan dilokasi konflik orangutan sumatera di kecamatan Bakongan
yang berasal dari data primer dan data sekunder. Penentuan responden dengan metode
purposive sampling yang mana responden ditentukan oleh peneliti yang terdiri dari tokoh
masyarakat dan masyarakat yang memiliki riwayat konflik dengan orangutan sumatera.
Konflik orangutan-masyarakat di kecamatan Bakongan yang terjadi dari tahun 20172023
sebanyak
17
kasus
konflik.
Wilayah
dengan
kasus
konflik
terbanyak
berada
di
desa

Ujung

Padang yaitu sebanyak 9 kasus konflik. Frekuensi kasus konflik terbanyak pada
tahun 2017 yaitu sebanyak 6 kasus konflik di kecamatan Bakongan. Faktor penyebab
konflik orangutan-nasyarakat di kecamatan Bakongan adalah penyempitan dan
persinggungan kawasan hutan akibat permukiman dan perkebunan masyarakat di sekitar
kawasan ekosistem leuser yang menjadi habitat orangutan sumatera. Penyempitan ruang
kawasan hutan terjadi di desa Ujung Padang sehingga menyebabkan orangutan sumatera
terisolasi di sekat bekas garapan lahan yang dijadikan kebun oleh warga sehingga tanaman
perkebunan warga memicu terjadinya konflik antara orangutan-masyarakat. Sedangkan
persinggungan habitat terjadi karena lokasi kebun warga yang berdekatan dengan Taman
Nasional yang menjadi habitat orangutan sumatera. Upaya mitigasi konflik masyarakatorangutan
sumatera
dilakukan
oleh
pemerintah
yaitu
BKSDA
dan
mitra
pemerintah
yaitu

OIC

yang fokus pada program penyuluhan, pelatihan pembuatan alat pengusiran
orangutan, survey dan monitoring, dan evakuasi orangutan sumatera yang terisolasi.

Kata Kunci : Mitigasi Konflik, Orangutan sumatera, Frekuensi konflik, Faktor penyebab
konflik.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK