ANALISIS PROGRAM BAPAK ASUH ANAK STUNTING (BAAS) DALAM PERCEPATAN PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PROGRAM BAPAK ASUH ANAK STUNTING (BAAS) DALAM PERCEPATAN PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Dara Ayu Chairunnisa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Faradilla Fadlia - 198410012014042001 - Dosen Pembimbing I
Aminah - 199211142019032015 - Penguji
Maghfira Faraidiany - 199402262022032017 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010103010117

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Stunting merupakan suatu kondisi terhadap tumbuh kembang anak yang
mengalami keterhambatan disebabkan oleh kekurangan gizi dengan waktu yang
lama atau kronis, dimana gangguan gizi dapat terjadi pada fase 1.000 hari pertama
kehidupan (HPK) dimulai pada saat pembentukan janin selama 270 hari sampai
dengan anak berusia dua tahun dengan hitungan 730 hari. Resiko yang disebabkan
oleh stunting dapat menghambat dan mempengaruhi pertumbuhan serta
perkembangan daya produktivitas sumber daya manusia dengan kata lain stunting
dapat diartikan sebagai penghambat atas tumbuh kembang anak, sehingga
menyebabkan menurunya kualitas pada sumber daya manusia. Adapun peran
pemerintah sangat diperlukan dalam upaya penurunan prevalensi stunting melalui
program yang dapat menekan penurunan stunting salah satunya penetapan bapak
asuh atau BAAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui
keberhasilan implementasi program BAAS dalam percepatan penurunan
prevalensi stunting di Kabupaten Bener Meriah ditinjau dari teori implementasi
kebijakan oleh Grindle sebagai acuan dasar. Teori implementasi kebijakan
mengenai keberhasilan suatu implementasi tidak lepas dari adanya peran aktor
yang memiliki power dan berpengaruh sebagai pemangku kepentingan yang
memiliki strategi pada pelaksanaan kebijakan. Adapun penggunaan metode
penelitian yang digunakan yaitu kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa keberhasilan pada pelaksanaan kebijakan tidak
lepas dari peran pemangku kepentingan yang memiliki power dan strategi guna
mempengaruhi masyarakat, sehingga program BAAS dijadikan sebagai program
keterlibatan pemangku kepentingan dalam mempercepat penurunan prevalensi
stunting yang menyasar langsung kepada kelompok sasaran. Selain itu penetapan
BAAS juga berperan dalam mengatasi kendala yang menjadi penghambat pada
saat berlangsungnya implementasi kebijakan dengan menggunakan pola
pendekatan langsung, dimana budaya menjadi faktor utama yang mempengaruhi
psikologis masyarakat Bener Meriah yaitu membentuk prilaku sanitasi dan pola
asuh yang tidak baik serta menjadi unsur penolakan program penurunan stunting.
Sehingga hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa peran pemangku
kepentingan yang memiliki power dan penggunaan strategi yang tepat dapat
mewujudkan suatu keberhasilan dari pada implementasi program percepatan
penurunan stunting guna mewujdukan kualitas sumber daya manusia.
Kata kunci: Prevalensi Stunting, Kualitas Sumber Daya Manusia dan BAAS

ABSTRACT Stunting is a condition in which a child’s growth and development is hampered due to long-term or chronic malnutrition where nutritionaln disorders can occur during the first 1,000 days of life (HPK) phase wich begins at the time of fetal formation for 270 days until is aged two years with a count 730 days. The risk caused by stunting can hinder and influence the growth and the development of human resources, so the government’s role is very necessary in efforts to reduce the prevalence of stunting through programs than can one way to reduce stunting is by establishing foster fathers or BAAS. This research aims to examine and determine the success of the implementation of the BAAS program in accelerating the reduction of stunting prevalance in Bener Meriah Regency in terms of policy implementation theory by Grindle as a basic reference. Policy implementation theory regarding the success of an implementation cannot be separated from the role of actors who have influential power as stakeholders who have strategies for implementing policies. The research method used in qualitative through as descriptive approach. The results of this research show that success in policy implementation cannot be separated from the role of stakeholders who have power and have startegies to influence society, so that the BAAS program is prevalence wich tergets directly at the target group. Apart from that, the establishment of BAAS also plays a role in overcoming obtacless that become obtacless during the implementation of policies by using a direct approach, where culture is the main factor that influences people’s psychology, which shapes poor sanitation behavior and parenting patterns and becomes a source of resitance to reduction programs stunting. So from these findings it can be concluded that the role of policy makers who have the power and use the right strategy can realize success in implementing an accelerated stunting reduction program in order to realize the quality of human resources. Keywords: Prevalence Stunting, Quality Of Human Resources and BAAS

Citation



    SERVICES DESK