PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL (STUDI KASUS: PERUMAHAN GLA DEYAH, ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL (STUDI KASUS: PERUMAHAN GLA DEYAH, ACEH BESAR)


Pengarang

Zahra Aulia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Irfandi - 197812232002121003 - Dosen Pembimbing I
Mirza - 196212161991021001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004104010115

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk kebutuhan akan tempat tinggal juga semakin meningkat. Kondisi lingkungan yang nyaman dalam arsitektur dapat diciptakan dengan mempertimbangkan perletakan bangunan atau orientasi bangunan terhadap matahari maupun angin. Pemanfaatan elemen lanskap pada bangunan serta penggunaan material yang sesuai dengan karakteristik iklim tropis. Perumahan Gla Deyah memiliki layout bangunan dengan beragam orientasi sehingga kenyamanan termal pengguna rumah tidak dijadikan pertimbangan yang khusus dalam merancang perumahan. Penelitian ini mengkaji pengaruh orientasi yang dapat bekerja pada suatu bangunan dalam menghadapi permasalahan kenyamanan pengguna pada perumahan Gla Deyah serta kinerja kenyamanan termal pada rumah yang memiliki tipe yang sama dengan orientasi yang berbeda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yaitu mengukur variabel termal seperti suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin pada tiga rumah yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bangunan dengan arah orientasi selatan merupakan orientasi paling nyaman dan orientasi timur adalah orientasi paling tidak nyaman. Daerah beriklim tropis seperti Indonesia standar kenyamanan termal berdasarkan SNI 03-6572-2001 dengan Temperatur Efektif Sejuk – Nyaman (TE) : 20.5°C – 22.8°C, Nyaman Optimal (TE) : 22.8°C – 25.8°C, Hangat – Nyaman (TE) : 25.8°C – 27.2°C. Kelembaban udara untuk daerah tropis relatif dianjurkan antara 40% - 50%, Kelembaban udara yang nyaman untuk tubuh manusia berkisar 40% - 70%. Kecepatan udara dalam mempertahankan kondisi nyaman, kecepatan udara yang ada di atas kepala tidak boleh lebih besar dari 0,25 m/detik dan sebaiknya lebih kecil dari 0,15 m/detik. Hasil pengukuran temperatur pada perumahan Gla Deyah adalah 31°C -34°C, nilai kelembaban yaitu 63%-70% dan kecepatan angin adalah 0 m/s.
Kata kunci : Orientasi Bangunan, Kenyamanan Termal, Rumah.

As the population increases, the need for housing also increases. Providing livable housing for the community must meet health, safety and comfort requirements. Comfortable environmental conditions in architecture can be created by considering the positioning of the building or the orientation of the building towards the sun and wind, the use of landscape elements in the building and the use of materials that suit the characteristics of the tropical climate. Gla Deyah Housing has building layouts with various orientations, so the thermal comfort of home users is optional when designing housing. This research examines the influence of orientation that can work in a building in dealing with user comfort problems in the Gla Deyah housing complex and the thermal comfort performance of houses of the same type with different orientations. The method used is quantitative descriptive, namely measuring thermal variables such as air temperature, air humidity and wind speed in the three houses that are the objects of research. The research results found that buildings with a south orientation are the most comfortable orientation, and an east orientation is the least comfortable orientation. Tropical climate areas such as Indonesia have thermal comfort standards based on SNI 03-6572-2001 with Effective Temperature Cool – Comfortable (TE): 20.5°C – 22.8°C, Optimal Comfort (TE): 22.8°C – 25.8°C, Warm – Comfortable (TE): 25.8°C – 27.2°C. Recommended air humidity for tropical areas is between 40% -50%. Comfortable air humidity for the human body is around 40% - 70%. Airspeed to maintain comfortable conditions: the airspeed above the head should not be greater than 0.25 m/sec and smaller than 0.15 m/sec. The temperature measurement results at the Gla Deyah housing complex were 31°C -34°C, the humidity value was 63% -70% and the wind speed was 0 m/s. Keywords: Building Orientation.Thermal Comfort, House.

Citation



    SERVICES DESK