Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENENTUAN MODEL DEGRADASI PROTEIN PADA PENDUGAAN UMUR SIMPAN JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE)
Pengarang
Teuku Munandar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0605106010066
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Jamur merang dalan keadaan segar menpunyai daya tahan yang singkat, sehingga kondisi jamur cepat membusuk dan tidak layak untuk dikonsumsi. 0leh karena itu harus diketahui nasa simpan jamur merang sebelum keadaannya tidak layak dikonsumsi lagi. Untuk mengetalui umur simpan tersebut maka perlu dilakukannya pembuatan model pendugaan umur simpan komoditi jamur merang yang diukur berdasarkan pengurangan kadar protein pada berbagai stadia dengan perlakuan variasi suhu Dengan adanya model tersebut maka akan mempemudah dalam mengetahui umur simpan jamur merang.
Untuk mengetahul umur simpan jamur merang dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan Arrhenius. Perhitungan umur simpan ini dilakukan berdasarkan parameter kritis, yaitu kandungan gizi yang cepat rusak pada jamur merang (protein). Kandungan protein jamur segar (Ao) antara lain: 4,64% (stadia kancing), 3,74°/a (stadia telur) dan 3,50% (stadia perpanjangan). Sedangkan standar protein (A) pada jamur merang adalah 1,8%. Tahapan pertama yang dilakukan adalah dengan menentukan orde reaksi yang diperoleh dari plot persamaan regresi berdasarkan nilar R2 yang tertinggi. Setelah orde reaksi ditetapkan maka diperoleh nilal k (konstanta kecepatan) dari persamaan regresi tersebut. Kemudian nilri-nilai tersebut dimasukkan ke dalam persamaan orde yang telah diperoleh (orde nol) yaitu: ]4 = Ao - kt.
Dari data penelitian yang diperoleh, maka nilai t (umur simpan) jamur merang adalah pada suhu 12 °C stadia kancing = 4,13 hari, stadia telur = 3,47 hari, stadia perpanjangan = 2,81 hari. Pada suho 15 °C, stadia kancing = 4,41 hari,
stadia telur = 4,71 hari, stadia perpanjangan = 4,33 hari. Dan pada suhu 18 °C diperoleh umur simpan stadia kancing = 3,89 hah, stadia telur = 2,77 hari dan stadia perpanjangan = 2,60 hari.
Dengan demikian umur simpan yang paling lama teriadi pada jamur merang stadia telur dalan suhu 15 °C, yaitu 4,71 hari. Dan untuk umur simpan yang paling singkat teriadi pada stadia perpanjangan suhu 18 °C yaitu 2,60 hari. Maka dapat disimpulkan bahwa pada suhu 15 °C merupakan suhu terbaik untuk penyimpanan jamur merang.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH VARIASI JENIS KEMASAN PLASTIK DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA) (SAIPUN PUTRA, 2015)
ANALISIS KANDUNGAN GIZI PENYEDAP RASA JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA) DAN JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) (CUT RIFQA AN NUURA, 2022)
PENGARUH BEBERAPA KOMPOSISI MEDIA TUMBUH TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN, LIPID DAN KARBOHIDRAT PADA TUBUH BUAH JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA) (Amalia, 2017)
PENGOLAHAN JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA) DAN JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) SEBAGAI PENYEDAP RASA ALAMI (Miftahul Ikhsan, 2018)
ANALISIS KANDUNGAN GIZI JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEA) YANG DIBUDIDAYAKAN PADA MEDIA TANAM JANJANG KELAPA SAWIT DAN JERAMI PADI (Sabaruddin, 2019)