Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI PERTUMBUHAN F2 PERSILANGAN KUB DAN ALPU DENGAN PEMBERIAN RANSUM KOMERSIL DISUBSTITUSI TEPUNG DAUN LAMTORO, TEPUNG KEPALA UDANG DAN FEED SUPPLEMENT (G MAX, DL METIONIN, L LYSIN)
Pengarang
INDRIYANTO TARIGAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
M. Aman Yaman - 196311201990021002 - Dosen Pembimbing I
Dr. Allaily, S.Pt., M.Si-197806142008122004 - - - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2005104010038
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ayam buras atau ayam kampung di Indonesia banyak dipelihara oleh masyarakat lokal untuk diambil daging dan telurnya sebagai kebutuhan protein hewani. Ayam kampung yang banyak dikenal di Indonesia berasal dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius) yang didomestikasi dan dibudidayakan oleh masyarakat (Yaman, 2010). ALPU ‘‘Ayam lokal pedaging unggul’’ diturunkan melalui proses panjang dari induk dan pejantan (parent) yang telah melewati tahapan seleksi (selection program), termasuk progeny test pada setiap fase anak yang dilahirkan dan memenuhi kriteria sebagai ayam pedaging yang lebih produktif dibanding ayam lokal asli (Yaman, 2010). Ayam KUB merupakan ayam kampung unggul Balitbangtan yang dihasilkan pada tahun 1997-1998 di Balai Penelitian Ternak Ciawi, yang berinisiasi melakukan penelitian pembibitan ayam kampung dengan mendatangkan indukan ayam kampung dari berbagai daerah di Jawa Barat (Sartika. 2017). Ayam KUB memiliki keunggulan produksi telur tinggi dan pertumbuhan yang seragam. Evaluasi pertumbuhan ayam bertujuan untuk mengetahui perbedaan indukan dan keturunan atau membedakan kualitas anak dan induk hal yang dapat diukur yaitu: berat badan, pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Untuk performa pertumbuhan dengan bahan-bahan pakan alternatif yang didapat dari limbah dan hasil samping dapat menurunkan kualitas ransum, hal ini dikarenakan umumnya bahan pakan seperti daun lamtoro dan kepala udang mengandung serat kasar yang tinggi. Permasalahan ini dapat diatasi dengan pemberian feed suplement.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, pada bulan Desember 2023 sampai dengan Maret 2024. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (completely randomize design). Terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan merupakan unit percobaan yang masing masing terdiri Dari empat ekor ayam, sehingga total ayam 64 ekor, perlakuan yang diberikan adalah penggunaan ransum komersil vivo 511 yang Sebagian disubstitusi dengan pakan perlakuan.
Hasil penelitian menunjukan hal Penggunaan tepung lamtoro + tepung kepala udang + feed supplement dapat digunakan untuk mensubstitusi penggunaan ransum komersil broiler vivo 511 sebanyak 19% tanpa adanya pengaruh nyata terhadap berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi, dan konversi ransum ayam F2 persilangan KUB dan ALPU, Meskipun secara statistic tidak nyata, penggunaan tepung lamtoro + tepung kepala udang + feed supplement cenderung dapat meningkatkan berat badan dan pertambahan berat badan, menaikkan konsumsi ransum, dan memperbaiki angka konversi ransum ayam F2 persilangan KUB dan ALPU.
Native chickens or kampung chickens in Indonesia are widely raised by local communities for their meat and eggs as animal protein needs. The kampung chickens that are widely known in Indonesia come from red junglefowl (Gallus gallus) and green junglefowl (Gallus varius) which are domesticated and cultivated by the community (Yaman, 2010). ALPU ‘‘Superior local meat chickens’’ are passed down through a long process from parents who have passed the selection program, including progeny tests at each phase of the offspring born and meet the criteria as more productive meat chickens than native local chickens (Yaman, 2010). KUB chickens are superior Balitbangtan native chickens produced in 1997-1998 at the Ciawi Livestock Research Center, which initiated research on native chicken breeding by bringing in native chicken parents from various regions in West Java (Sartika. 2017). KUB chickens have the advantage of high egg production and uniform growth. Evaluation of chicken growth aims to determine the differences between parents and offspring or to distinguish the quality of children and parents, things that can be measured are: body weight, weight gain, feed consumption and feed conversion. For growth performance with alternative feed ingredients obtained from waste and by-products can reduce the quality of the ration, this is because generally feed ingredients such as lamtoro leaves and shrimp heads contain high crude fiber. This problem can be overcome by providing feed supplements. This research was conducted at the Animal Husbandry Field Laboratory (LLP) of the Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala Darussalam University, Banda Aceh, from December 2023 to March 2024. The research design used was a completely randomized design. Consisting of 4 treatments and 4 replications, each replication is an experimental unit consisting of four chickens, so that the total number of chickens is 64, the treatment given is the use of commercial rations vivo 511 which is partly substituted with treatment feed. The results of the study showed that the use of lamtoro flour + shrimp head flour + feed supplement can be used to substitute the use of commercial broiler vivo 511 rations by 19% without any significant effect on the final body weight, weight gain, consumption, and conversion of F2 chicken rations crossed with KUB and ALPU, Although statistically not significant, the use of lamtoro flour + shrimp head flour + feed supplement tends to increase body weight and weight gain, increase ration consumption, and improve the ration conversion rate of F2 chickens crossed with KUB and ALPU.
ANALISIS EKONOMI PEMELIHARAAN AYAM KAMARAS JANTAN DENGAN PEMBERIAN RANSUM KOMERSIL YANG DISUBSTITUSI TEPUNG AMPAS TAHU + TEPUNG KULIT TELUR + FEED SUPPLEMENT (Murniati, 2016)
KELAYAKAN EKONOMI PEMELIHARAAN PUYUH PETELUR DENGAN PEMBERIAN RANSUM KOMERSIL YANG SEBAGIAN DISUBSTITUSI DENGAN CAMPURAN TEPUNG LIMBAH KEPITING, TEPUNG LIMBAH IKAN LEUBIM, DAN MENIR (Andre Rivai Lubis, 2018)
NILAI HERITABILITAS DAN KORELASI GENETIK SIFAT PERTUMBUHAN F2 HASIL PERSILANGAN AYAM KUB DENGAN AYAM ALPU YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL SUBSTITUSI (Rahmat Tri Wijaya, 2024)
ANALISIS EKONOMI PEMELIHARAAN ITIK PEKING DENGAN PEMBERIAN TEPUNG KULIT PISANG FERMENTASI + BUNGKIL KELAPA + MINYAK SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI SEBAGIAN RANSUM KOMERSIL (SRI WAHYUNI, 2017)
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) DAN TEPUNG AZOLLA SP. DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEIRN(LITOPENAEUS VANNAMEI) (HERU FIRMANSYAH, 2023)