WANPRESTASI PERJANJIAN GALA UMONG DENGAN EMAS MENURUT HUKUM ADAT (SUATU PENELITIAN DI KEMUKIMAN GAROT KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

WANPRESTASI PERJANJIAN GALA UMONG DENGAN EMAS MENURUT HUKUM ADAT (SUATU PENELITIAN DI KEMUKIMAN GAROT KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE)


Pengarang

Aan Maulana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Kadriah - 196701011992032001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 1338 KUH Perdata menyebutkan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi yang membuatnya. Dalam masyarakat Kemukiman Garot Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie terdapat perjanjian gala yang dibuat secara tertulis dan tidak tertulis yang melahirkan Hak dan Kewajiban bagi pemberi gala dan penerima gala. Namun pada prakteknya masih ditemukan piha-pihak yang tidak melaksanakan isi perjanjian yang telah disepakati oleh mereka, seperti terjadinya wanprestasi dalam perjanjian gala umong dengan emas di Kemukiman Garot Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk perjanjian gala umong dengan emas di Kemukiman Garot Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie, bentuk wanprestasi dalam perjanjian gala umong dengan emas di Kemukiman Garot Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie dan penyelesaian sengketa wanprestasi dalam perjanjian gala umong dengan emas di Kemukiman Garot Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan, penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku dan peraturan perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan yang terkait dengan penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bentuk perjanjian gala umong menurut hukum adat dibuat secara tertulis dan tidak tertulis. Adapun bentuk wanprestasi dalam perjanjian gala umong, pertama yaitu sawah yang sudah digala sebelumnya digalakan kembali kepada pihak yang lain, kedua yaitu menebus tanahnya tetapi diluar batas waktu yang telah ditentukan, dan ketiga yaitu pemberi gala menjual tanah dalam galaan sipenerima gala tanpa menebusnya terlebih dahulu. Adapun penyelesaian sengketa wanprestasi dalam perjanjian gala umong dengan emas, yaitu dengan musyawarah secara kekeluargaan, apabila hal tersebut tidak juga menyelesaikan permasalahan dapat mengajukan penyelesaian sengketa wanprestasi melalui musyawarah dengan Keuchik, Imeum Mukim, dan Camat. Dilakukan secara berurutan sampai permasalahan dapat terselesaikan.

Dari hasil penelitian tersebut disarankan kepada para pihak dalam melakukan perjanjian gala secara tertulis, Jika secara lisan harus menghadiri saksi. dan memberikan sanksi yang tegas terkait ketidakpatuhan dalam peradilan adat.

Article 1338 of the Civil Code states that all agreements made legally apply as laws for those who make them. In the community of Garot Settlement, Indrajaya District, Pidie Regency, there is a gala agreement made in writing and unwritten which creates rights and obligations for the giver of the gala and the recipient of the gala. However, in practice there are still parties who do not carry out the contents of the agreement that has been agreed upon by them, such as the default in the gala umong agreement with gold in Garot Settlement, Indrajaya District, Pidie Regency. The purpose of this study is to explain the form of the gala umong agreement with gold in Garot Settlement, Indrajaya District, Pidie Regency, the form of default in the gala umong agreement with gold in Garot Settlement, Indrajaya District, Pidie Regency and the settlement of default disputes in the gala umong agreement with gold in Garot Settlement, Indrajaya District, Pidie Regency. The research method used in this research is empirical juridical. Data is obtained through library and field research, library research is carried out by reading books and laws and regulations, while field research is carried out by interviewing respondents and informants related to this research. Based on the results of the research, it is known that the form of the gala umong agreement according to customary law is made in writing and unwritten. As for the form of default in the gala umong agreement, the first is that the rice fields that have been gala before are reused to the other party, the second is redeeming the land but outside the predetermined time limit, and the third is that the gala giver sells the land in the galaan of the gala recipient without redeeming it first. As for the settlement of default disputes in the gala umong agreement with gold, namely by deliberation in a family manner, if this does not also solve the problem, you can submit a settlement of default disputes through deliberations with Keuchik, Imeum Mukim, and the District Head. Done sequentially until the problem can be resolved. From the results of this study, it is recommended that the parties make a gala agreement in writing, if verbally they must attend witnesses. and provide strict sanctions related to non-compliance in customary justice.

Citation



    SERVICES DESK