Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMENUHAN HAK NARAPIDANA ANAK DALAM MENDAPATKAN PENDIDIKAN (SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK BANDA ACEH)
Pengarang
khairina putri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Rizanizarli - 196011151989031002 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2003101010095
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2024
Bahasa
Indonesia
No Classification
653.6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemenuhan hak narapidana anak dalam mendapatkan pendidikan, hambatan dalam pemenuhan hak narapidana anak dalam mendapatkan pendidikan, serta bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi segala hambatan dalam proses pemenuhan hak pendidikan terhadap narapidana anak.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemenuhan hak narapidana anak dalam mendapatkan pendidikan sudah diupayakan agar setiap narapidana yang tidak bersekolah atau putus sekolah dan bersekolah tetap bisa melanjutkan pembelajaran seperti pada sekolah umumnya. Adapun kendala dalam proses pemenuhan pendidikan ini, seperti tidak ada nya gedung ataupun ruangan khusus yang dapat dikategorikan sebagai ‘ruang kelas’ dan juga fasilitas pembelajaran yang menunjang dalam proses pendidikan ini, serta kurangnya kerjasama dengan lembaga lain.
Disarankan kepada Pemerintah Daerah, Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam hal ini untuk membuatkan gedung dan melengkapi fasilitas dalam proses pembelajaran supaya narapidana anak bisa lebih berkonsentrasi dalam pelaksanaan kegiatan pengajaran untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai.
This research aims to explain the fulfillment of juvenile inmates' right to education, the obstacles in fulfilling this right, and the efforts made to overcome these obstacles in the process of ensuring educational rights for juvenile inmates. The research results explain that efforts have been made to fulfill the right of juvenile inmates to education, ensuring that every inmate who is not in school, has dropped out, or is still in school can continue their learning similarly to regular schools. However, obstacles in this educational process include the lack of buildings or special rooms that can be categorized as 'classrooms,' inadequate learning facilities to support the educational process, and insufficient collaboration with other institutions. It is recommended that the local government and the Ministry of Law and Human Rights construct buildings and provide adequate facilities for the learning process. This will enable juvenile inmates to concentrate better during teaching activities and receive appropriate education..
PEMENUHAN HAK ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) BANDA ACEH (JULIA INTAN PANDINI, 2019)
PEMINDAHAN NARAPIDANA ANAK DARI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KE LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS III LHOKNGA (HERNANDO AGUSTIAWAN, 2022)
PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II BANDA ACEH (Intan Tarisa, 2023)
PEMENUHAN HAK MEMPEROLEH PENDIDIKAN TERHADAP NARAPIDANA ANAK (SUATU PENELITIAN DI CABANG RUMAH TAHANAN KELAS IIB BIREUEN) (ADI SATYA, 2019)
PEMBEBASAN BERSYARAT TERHADAP NARAPIDANA ANAK (SUATU PENELITIAN PADA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK LHOKNGA ACEH BESAR) (AZIS SETIAWAN, 2016)