ANALISIS DAN LAJU PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KOTA SABANG PERIODE 2008 - 2023 MENGGUNAKAN METODE KLASIFKASI SPECTRAL ANGLE MAPPER (SAM) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DAN LAJU PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KOTA SABANG PERIODE 2008 - 2023 MENGGUNAKAN METODE KLASIFKASI SPECTRAL ANGLE MAPPER (SAM)


Pengarang

Sotdiq Diki Darmawan - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sugianto - 196502231992031003 - Dosen Pembimbing I
Yulia Dewi Fazlina - 198607192015042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005108010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perubahan penggunaan lahan merupakan kegiatan yang berlangsung dipermukaan bumi yang biasanya tidak secara langsung tampak dari citra. Kota Sabang merupakan salah satu kota yang mengalami perubahan penggunaan lahan yang di sebabkan oleh beberapa seperti faktor pertambahan penduduk, perkembangan industri, urbanisasi, perkembangan infrastruktur jalan, dan kebijakan pemerintah serta bencana alam. Penggunaan lahan perkotaan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam memulai perencanaan dan pemodelan lingkungan perkotaan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan metode survei. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pra analisis dan tahap analisis data, menggunakan klasifikasi terbimbing (Supervised) dengan algoritma yaitu spectral angle mapper (SAM) menggunakan citra landsat 7 untuk tahun 2008 dan citra landsat 8 tahun 2013, 2018 dan 2023 menghasilkan perubahan penggunaan lahan tahun 2008 – 2023 di Kota Sabang.
Hasil klasifikasi Penggunaan lahan citra Landsat 7 Tahun 2008 lebih didominasi dengan penggunaan lahan hutan seluas 75,34% (326,07 ha). Sedangkan urutan luasan terkecil adalah Rawa dengan luasan sebesar 0,31% (34.40 ha) dari luas keseluruhan wilayah Kota Sabang. Penggunaan lahan untuk tahun 2013 menunjukkan luasan terbesar adalah jenis penggunaan lahan hutan dengan dengan luasan sebesar 53.33 % (6513.13 ha), sedangkan urutan luasan terkecil adalah terdapat pada penggunaan lahan rawa dan hanya mencangkup seluas 0,40 % (49,25ha) dari luas keseluruhan Kota Sabang.Persentase perubahan penggunaan lahan hutan terjadi pengurangan pada tahun 2008 –2013 sebesar 22,02% Perubahan luas penggunaan lahan pada tahun 2008 pada penggunaan lahan Terbangun yaitu seluas 2,67% (326,07 ha) jika dibandingkan dengan penggunaan lahan pada tahun 2013 dimana pada tahun 2013 ini terjadi pertambahan penggunaan lahan terbangun seluas 3,76% (459,83 ha). Persentase perubahan lahan terbangun dari tahun 2008 – 2013 yaitu sebesar 1,78%.Pada tahun 2023 penggunaan lahan terbangun terus meningkat, dari tahun – tahun sebelumnya. Ritohardoyo, et al,. (2018) menyatakan, hal ini terjadi karena pemukiman memiliki pola tertentu dalam proses pembentukannya pola biasanya terbentuk karena ada faktor yang mempengaruhi misalnya karena topografi, infrastruktur, jaringan jalan dan faktor-faktor penyebab lainnya. Salah satu faktor pemicu berkembangan permukiman yang berkelompok ini di pengaruhi oleh faktor sosial budaya masyarakat yang telah berkembang sejak tahun 1970 an, yaitu apabila salah satu keluarga yang telah menetap di sebuah lingkungan dalam jangka waktu tertentu maka mereka akan mengajak sanak saudaranya untuk tinggal bersama di lingkungan tersebut selama bertahun-tahun begitu seterusnya hingga lingkungan tersebut didominasi oleh mereka.
Pada tahun 2008 – 2022 terjadi 3 jenis kecepatan perubahan penggunaan lahan yaitu: perubahan penggunaan lahan dengan kategori lambat yaitu terjadi pada badan air di tahun 2008 – 2013 dengan kecepatan 1,86 ha/tahun, kemudia diikuti pada tahun 2018 2023 badan air masuk dalam kategori cepat dengan kecepatan -5,15 ha/tahun. Kemudian pada tahun 2013 – 2018 penggunaan lahan masuk dalam kategori cepat, misalnya pemukiman yaitu dengan kecepatan 22,58 ha/tahun.

Land use change is an activity that takes place on the earth's surface which is usually not directly visible from the image. Sabang City is one of the cities that has experienced land use changes caused by several factors such as population growth, industrial development, urbanization, road infrastructure development, government policies, and natural disasters. Urban land use is one of the most important factors in planning and modeling the urban environment. This research uses quantitative descriptive analysis and survey methods. This research consists of three stages, namely the preparation stage, the pre-analysis stage, and the data analysis stage, using guided classification (Supervised) with an algorithm that is spectral angle mapper (SAM) using Landsat 7 imagery for 2008 and Landsat 8 imagery in 2013, 2018 and 2023 resulting in land use changes in 2008 - 2023 in Sabang City. The results of the classification of Landsat 7 image land use in 2008 were dominated by forest land use covering 75.34% (326.07 ha). While the order of the smallest area is Swamp with an area of 0.31% (34.40 ha) of the total area of Sabang City. Land use for 2013 shows the largest area is forest land use with an area of 53.33% (6513.13 ha), while the smallest area is found in swamp land use and only covers an area of 0.40% (49.25ha) of the total area of Sabang City. The percentage of changes in forest land use decreased from 2008 to 2013 by 22.02%. The change in land use area in 2008 on Built land use is 2.67% (326.07 ha) when compared to land use in 2013 where in 2013 there was an increase in built land use of 3.76% (459.83 ha). The percentage change in built-up land from 2008 - 2013 is 1.78%.In 2023 the use of built-up land continues to increase, from the previous years. Ritohardoyo, et al,. (2018) state, that this happens because settlements have certain patterns in the process of forming patterns usually formed due to influencing factors such as topography, infrastructure, road networks, and other causal factors. One of the factors triggering the development of these clustered settlements is influenced by the sociocultural factors of the community that have developed since the 1970s, namely if one family has settled in a neighborhood for a certain period then they will invite their relatives to live together in the neighborhood for years and so on until the neighborhood is dominated by them. In 2008 - 2022 there were 3 types of land use change speed, namely: land use change with a slow category that occurred in water bodies in 2008 - 2013 at a speed of 1.86 ha/year, then followed in 2018 2023 water bodies fell into the fast category at a speed of -5.15 ha/year. Then in 2013 - 2018, land use fell into the fast category, for example, settlements at a speed of 22.58 ha/year.

Citation



    SERVICES DESK