ANALISIS SENSITIVITAS TERHADAP BUNDARAN PADA SIMPANG BERLENGAN LEBIH DARI EMPAT DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS SENSITIVITAS TERHADAP BUNDARAN PADA SIMPANG BERLENGAN LEBIH DARI EMPAT DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Dahlina - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Noer Fadhly - 197507312002121002 - Dosen Pembimbing I
Renni Angraini - 197109231997022001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2204201010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Analisis sensitivitas terhadap bundaran pada simpang berlengan lebih dari empat di Kota Banda Aceh yang menjadi permasalahan transportasi di wilayah tersebut adalah kemacetan yang sering terjadi di sebuah simpang lebih dari empat lengan. Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan salah satu simpang yang memiliki kinerja yang sudah mendekati jenuh dengan Level Of Service (LOS) F dengan vc ratio > 0,85 dengan makna arus terhenti. Simpang ini merupakan persimpangan tak bersinyal yang memiliki tujuh lengan dengan 195 titik crossing, 42 titik merging, 42 titik diverging, sehingga rawan terjadi kecelakaan dan kemacetan lalu lintas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja simpang dan sensitivitas hubungan arus dengan bahan bakar menggunakan metodologi simpang tak bersinyal dibantu dengan metode HCM 2010. Data yang dibutuhkan pada penelitian ini terdiri dari volume lalu lintas, geometrik jalan dan pergerakan lalu lintas persimpangan sehingga didapat nilai tundaan eksisting sebesar 113,7 detik dengan tingkat pelayanan (LOS) F yang bermakna lalu lintas terhenti, maka sensitivitas yang harus dikeluarkan ialah 0,379 L/menit jika ruang antrian kendaraan 100% atau sekitar Rp. 20.207,88. Pada kondisi rencana dilakukan perencanaan bundaran dengan lima lengan diperoleh tundaan sebesar 7,6 detik dengan tingkat pelayanan A, maka sensitivitas yang diperoleh adalah 0,155 L/menit jika ruang antrian kendaraan 100% atau sekitar Rp. 9.092,50.

Kata Kunci : HCM 2010, Simpang Tak Bersinyal, Bundaran, Sensitivitas

The sensitivity analysis of roundabouts at more than four approached intersections in Banda Aceh where the main transportation issues in the area is frequent traffic congestion at more than four approaches. Simpang Tujuh Ulee Kareng is one such intersection that operates near capacity, rated as Level Of Service (LOS) F with a volume-to-capacity ratio > 0.85 indicating traffic stoppage. This intersection has seven approaches with 195 crossing points, 42 merging points, and 42 diverging points, making it prone to accidents and traffic jams. The objective of the study is to assess the performance and sensitivity of traffic flow, particularly its correlation with fuel consumption, using the unsignalized intersection methodology supported by the HCM 2010 method. The required data includes traffic volume, geometric, and traffic movement, which yielded an existing delay of 113.7 seconds with a Level of Service F, indicating stopped traffic. Therefore, the sensitivity output needed is 0.379 L/sec if the vehicle queue space is 100%, which is approximately Rp. 20,207.88. In the planned condition, a roundabout with five approach results in a delay of 7.6 seconds with a Level of Service A. The sensitivity obtained is 0.155 L/sec if the vehicle queue space is 100%, which is approximately Rp. 9,092.50. Keywords : HCM 2010, Unsignalized Intersection, Roundabout, Sensitivity

Citation



    SERVICES DESK