Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN TERHADAP MUTU FISIKOKIMIA DAN SENSORI TEH CELUP DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.)
Pengarang
M. Nafis - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Syarifah Rohaya - 196604121998022001 - Dosen Pembimbing I
Fahrizal - 197902202003121002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1905105010065
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Gaya hidup serba cepat diciptakan oleh masyarakat modern yang lebih suka hal-hal praktis dan nyaman. Sebagian besar orang yang menjalani gaya hidup ini tidak punya cukup waktu untuk memperhatikan kesehatan tubuh mereka, yang pada akhirnya akan merugikan mereka sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi minuman yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh dengan cara yang efisien. Minuman fungsional telah berkembang pesat saat ini, yang berasal dari berbagai bahan alami lainnya selain daun teh. Teh herbal adalah produk dari tanaman herbal yang dapat mengobati berbagai penyakit dan sekaligus menyegarkan tubuh. Ketepeng cina (Casia alata L.) telah digunakan sebagai tanaman herbal untuk mengobati berbagai penyakit. Selain itu, rebusan pucuk dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.) juga dapat digunakan untuk membersihkan luka dan berfungsi sebagai agen anti-inflamasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap sifat fisik yaitu warna dan kimia yaitu rendemen, kadar air, kadar abu, aktivitas antioksidan dan total fenol dan sensori warna, aroma, rasa, dan Aftertaste. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama ialah suhu pengeringan (S) terdiri dari 2 taraf yaitu 500C dan 600C. Faktor kedua dengan waktu pengeringan (W) terdiri dari 3 taraf yaitu 120 menit, 140 menit dan 160 menit setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan diperoleh 18 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan (ANOVA) dan jika terdapat pengaruh nyata antar perlakuan maka di lanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test).Hasil penelitian menunjukkkan bahwa suhu dan waktu pengeringan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap rendemen, kadar air, aktivitas antioksidan, total fenol, hedonik warna, hedonik aroma, dan hedonik aftertaste. Semakin tinggi suhu dan waktu pengeringan maka semakin rendah rendemen, kadar air yang dihasilkan, serta dapat menurunkan aktivitas antioksidan dan total fenol dari teh daun ketepeng cina. Persentase rendemen berkisar antara 40,71% - 52,20%, kadar air berkisar antara 5,40% - 7,24%, kadar abu berkisar antara 5,94% - 6,16%, aktivitas antioksidan berkisar antara 21,56% - 54,98% dan total fenol berkisar antara 182,43 – 196,16 mg GAE/100g. Nilai rerata dari hedonik warna 3,22 (netral), hedonik aroma 2,91 (tidak suka), hedonik rasa 2,94 (netral) dan hedonik aftertaste 3,19 (netral).
The fast-paced lifestyle was created by modern society who prefers practical and comfortable things. Most people who live this lifestyle do not have enough time to pay attention to their body's health, which will ultimately harm them. Therefore, it is important to consume drinks that function to maintain the body's immune system in an efficient way. Functional drinks have developed rapidly nowadays, which come from various other natural ingredients besides tea leaves. Herbal tea is a product made from herbal plants that can treat various diseases and at the same time refresh the body. Chinese ketepeng (Casia alata L.) has been used as a herbal plant to treat various diseases. Apart from that, a decoction of the shoots and leaves of Chinese ketepeng (Cassia alata L.) can also be used to clean wounds and function as an anti-inflammatory agent. The aim of this research is to determine the effect of temperature and drying time on physical properties, namely color and chemistry, namely yield, water content, ash content, antioxidant activity and total phenols and sensory color, aroma, taste and aftertaste. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. The first factor is the drying temperature (S) consisting of 2 levels, namely 500C and 600C. The second factor with drying time (W) consists of 3 levels, namely 120 minutes, 140 minutes and 160 minutes, each treatment was repeated 3 times and 18 experimental units were obtained. The data obtained were analyzed using (ANOVA) and if there was a real effect between treatments then it was continued with DMRT (Duncan's Multiple Range Test). The results of the study showed that temperature and drying time had a significant effect (P < 0.05) on yield, water content, antioxidant activity, total phenols, hedonic color, hedonic aroma, and hedonic aftertaste. The higher the temperature and drying time, the lower the yield, water content produced, and can reduce the antioxidant activity and total phenols of Chinese ketepeng leaf tea. Yield percentage ranged from 40.71% - 52.20%, water content ranged from 5.40% - 7.24%, ash content ranged from 5.94% - 6.16%, antioxidant activity ranged from 21.56% - 54.98% and total phenols ranged from 182.43 – 196.16 mg GAE/100g. The mean value of color hedonics was 3.22 (neutral), aroma hedonics 2.91 (disliked), taste hedonics 2.94 (neutral) and aftertaste hedonics 3.19 (neutral).
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR TRICHOPHYTON SP. SECARA IN VITRO (Taufiza Edo Saputra, 2017)
PENGARUH EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TAWES (BARBONYMUS GONIONOTUS) (KARINA AMELYA, 2021)
UJI AKTIVITAS SENYAWA ANTIBAKTERI EKSTRAK N-HEKSANA DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA) (Ega Rizki, 2014)
PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN TERHADAP MUTU FISIKOKIMIA DAN SENSORI TEH CELUP DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) (M. Nafis, 2024)
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PAKAN YANG MENGANDUNG IMUNOSTIMULAN HERBAL DALAM MENINGKATKAN SISTEM IMUN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) YANG DIUJI TANTANG BAKTERIRNSTAPHYLOCOCCUS AUREUS (Siska Amanda, 2025)