PEMANFAATAN DANA DESA DALAM PENGEMBANGAN WISATA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASAYARAKAT DESA TEUPAH BARAT KABUPATEN SIMEULUE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMANFAATAN DANA DESA DALAM PENGEMBANGAN WISATA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASAYARAKAT DESA TEUPAH BARAT KABUPATEN SIMEULUE


Pengarang

DINA MONITA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Ridayani - 198412012017032101 - Dosen Pembimbing II
Yusrijal Abdar - 199203202021021101 - Penguji
Rizal Fahmi - 199201292021021101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1706101010024

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dina Monita. (2024). Pemanfaatan Dana Desa Dalam Pengembangan Sektor Wisata Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Teupah Barat Kabupaten Simeulue. Skripsi. Universitas Syiah Kuala. Dibawah bimbingan Dr. Saiful, M.Si., dan Ridayani, S.H., M.H.

Pembangunan Desa mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka pembangunan Nasional dan pembangunan Daerah. Kabupaten Simeulue khususnya Kecamatan Teupah Barat Desa Lantik memiliki potensi sumber daya pesisir dan perairan yang besar, sehingga sangat strategis untuk pengembangan wisata. Tujuan penelitian untuk menganalisis pemanfaatan dana Desa, faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan sektor Wisata desa Lantik, Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa anggaran dana desa yang dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat sebesar Rp.300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) dan Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah) dialokasikan pembangunan wisata. Kerjasama pemerintah desa dan masyarakat menjadikan sumber pendapatan dan peluang bagi masyarakat untuk turut berkontribusi dalam perencanaan Dana Desa. Faktor pendukung wisata lantik diantaranya: Suasana objek wisata yang nyaman, Pengelolaan wisata yang baik, keramahan pihak pengelola dan pelayanan terhadap wisatawan, Keamanan yang baik, Panorama alam yang indah, dan Mudahnya mengakses informasi bagi wisatawan untuk menuju kawasan wisata. Faktor penghambat diantaranya Keterbatasan anggaran sarana dan prasaran objek wisata, Tidak adanya pembangunan objek wisata buatan yang dapat menarik wisatawan, Kondisi cuaca alam, Wisatawan tidak patuh terhadap peraturan, dan Terbatasnya tempat wisatawan. Penggunaan dana desa diharapkan dapat ditingkatkan dibidang infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, mempromosikan lokasi wisata dengan cara memanfaatkan sosial media, pelaku usaha agar kiranya dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dan untuk para peneliti diharapkan dapat menambahkan objek penelitian seperti faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya alokasi dana desa pada bidang pengembangan wisata, sehingga menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue untuk memerhatikan objek wisata lokal menjadi lebih berkembang.

Kata Kunci: Pemanfaatan Dana Desa, Kesejahteraan Masyarakat

Dina Monita. (2024). Utilization of Village Funds in the Development of the Tourism Sector to Improve the Welfare of the Community of Teupah Barat Village, Simeulue Regency. Thesis. Syiah Kuala University. Under the guidance of Dr. Saiful, M.Si., and Ridayani, S.H., M.H. Village development has a very important and strategic role in the context of national development and regional development. Simeulue Regency, especially West Teupah District, Lantik Village, has great potential for coastal and aquatic resources, so it is very strategic for tourism development. The purpose of the research is to analyze the use of Village funds, supporting and inhibiting factors in the development of the Tourism sector in Artis village, Simeulue Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. Based on the results of the study, the village fund budget allocated for community empowerment amounted to Rp.300,000,000 (three hundred million rupiah) and Rp.100,000,000 (one hundred million rupiah) allocated for tourism development. The cooperation between the village government and the community is a source of income and an opportunity for the community to contribute to the planning of the Village Fund. Supporting factors for inauguration tourism include: Comfortable atmosphere of tourist attractions, good tourism management, friendliness of the management and service to tourists, good security, beautiful natural panorama, and easy access to information for tourists to go to tourist areas. Inhibiting factors include limited budgets for facilities and infrastructure of tourist attractions, the absence of the development of artificial tourist attractions that can attract tourists, natural weather conditions, tourists not complying with regulations, and limited tourist attractions. The use of village funds is expected to be improved in the field of infrastructure and community empowerment, promoting tourist sites by utilizing social media, business actors so that they can collaborate with various parties, including the government, and for researchers it is expected to be able to add research objects such as factors that affect the lack of village fund allocation in the field of tourism development, so that it becomes a consideration for the Regency Regional Government Simeulue to pay attention to local tourist attractions to become more developed. Keywords: Village Fund Utilization, Community Welfare

Citation



    SERVICES DESK