Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANFAATAN KUDA TURUNAN THOROUGHBRED DI DAERAH TINGKAT II KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
Yusra Juhri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0151410049
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007
Bahasa
Indonesia
No Classification
636.1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian tentang Pemanfaatan Kuda Turunan Thoroughbred di Daerah Tingkat II Kabupaten Aceh Tengah yang dilakukan di 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Silih Nara. Pegasing. Bebesen, Kebayakan dan Laut Tawar, mulai pada tanggal 25 Desember 2006 sampai dengan tanggal 17 Januari 2007. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang seberapa besar Pemanfaatan Kuda Turunan Thoroughbred di Daerah Tingkat II Kabupaten Aceh Tengah. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber informasi dan pemikiran serta masukan dalam menentukan kebijakan untuk pengembangan ternak kuda turunan Thoroughbred di Daerah Tingkat II Kabupaten Aceh Tengah.
Dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tengah ditetapkan 48 responden untuk mengisi quisioner yang telah disediakan, pemilihan responden dilakukan sesuai data populasi dari Dinas Petemakan dengan ketentuan peternak yang dipilih memelihara tertak kuda turunan Thoroughbred. Data yang di peroleh di tabelasikan dan dipersentasekan. Parameter yang diamati pola pemeliharaan, turunan daripada kuda Thoroughbred dan Pemanfaatan kuda turunan Thoroughbred.
Dari hasil perhitungan di peroleh 54,16 persen peternak memberi pakan dengan cara mengikat ternak pada tempat-tempat tertentu tanpa memberikan hijauan tambahan. Umur dewasa kelamin tertinggi 15 - 18 bulan sebanyak 60,41 persen. Umur beranak pertama pada umur 3-4 tahun sebanyak 72.91 persen. Hanya 37.49 persen peternak mengandangkannya. Pengobatan terhadap kuda Thoroughbred yang terserang penyakit 49,99 persen mengobatinya dengan sendiri, 33,33 persen di obati oleh menteri hewan dan 16,66 persen temak dibiarkan sembuh sendiri. Pemanfaatan kuda turunan Thoroughbred sebanyak 93,74 persen dimanfaatkan sebagai ternak untuk mengikuti perlombaan (pacuan kuda), 4,16 persen untuk membantu pekerjaan dan 2,08 persen sebagai hasil sampingan atau dijual.
Tidak Tersedia Deskripsi
DETEKSI PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA LUKA KUDA (EQUUS CABALLUS) DI KECAMATAN PEGASING, ACEH TENGAH (Rizka Anggita Sari, 2016)
GELANGGANG PACUAN KUDA PEGASING DI TAKENGON (Fajri, 2024)
IDENTIFIKASI CACING PARASCARIS EQUORUM DAN TRIODONTOPHORUS SERRATUS PADA KUDA GAYO (RIESCHA NABIELA, 2025)
JENIS LALAT PENGHISAP DARAH SEBAGAI VEKTOR POTENSIAL SURRA PADA KUDA DI ACEH TENGAH (Aulia Rahmi, 2019)
IDENTIFIKASI PARASIT GASTROINTESTINAL PADA KUDA (EQUUS CABALLUS) DI KABUPATEN ACEH TENGGARA (SITI MAGHFIROH, 2021)