Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
REPRESENTASI KEKERASAN DALAM TUTURAN PEMBERI KESAKSIAN PADA RAPAT DENGAR KESAKSIAN YANG DIADAKAN KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI (KKR) ACEH
Pengarang
Siti Novia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Siti Sarah Fitriani - 198108242008122001 - Dosen Pembimbing I
Budi Arianto - 197201232005011001 - Dosen Pembimbing II
Ramli - 196312311988101001 - Penguji
Denni Iskandar - 196902161994031003 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2006202010007
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) / PDDIKTI : 88101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Syiah Kuala., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Siti Novia (2023). Representasi Kekerasan dalam Tuturan Pemberi Kesaksian pada Rapat Dengar Kesaksian yang diadakan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekerasan yang direpresentasikan dalam tuturan pemberi kesaksian pada Rapat Dengar Kesaksian yang diadakan KKR Aceh. Dalam analisisnya, penelitian ini menggunakan teori bentuk kekerasan yang dikemukakan Poerwandari dan Galtung dengan memanfaatkan perspektif Norman Fairclough untuk melihat representasi. Penelitian ini merujuk pada pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah video dan transkrip kegiatan dengar kesaksian yang diadakan KKR Aceh. Data dalam penelitian ini adalah tuturan pemberi kesaksian yang berjumlah 52 orang. Bentuk kekerasan yang ditemukan dalam penelitian ini sebanyak lima bentuk yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan verbal, kekerasan fungsional, dan kekerasan finansial. Kekerasan fisik memiliki indikasi kekerasan berupa dipukul, ditendang, ditampar, ditembak, dilukai dengan menggunakan tangan atau alat, hingga dibunuh. Kekerasan psikis diterima korban dalam bentuk diteror, dibuntuti, dan dimata-matai. Kekerasan verbal dalam bentuk dimaki, dihina, serta dituduh. Kekerasan finansial dialami para korban dalam bentuk pemusnahan tempat tinggal dan penjarahan harta benda. Sementara kekerasan fungsional diidentifikasi dalam bentuk keterbatasan menjalankan peran fungsional dalam keluarga dan masyarakat sebagai dampak setelah mengalami penyiksaan. Dilihat dari aspek kebahasaan, pemberi kesaksian secara dominan menggunakan bentuk kalimat pasif dalam menyampaikan kesaksiannya. Hal ini merepresentasikan bahwa pemberi kesaksian cenderung ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah benar sebagai korban yang menerima tindakan kekerasan dari pelaku.
Kata kunci: kekerasan, KKR Aceh, Rapat Dengar Kesaksian, representasi.
ABSTRACT Siti Novia. 2023. Representation of Violence in Testimonial Speech at Testimonial Hearing Meetings held by Truth and Reconciliation Commission (TRC) Aceh. This research aims to describe the violence represented in the speech of testimony givers at the Testimony Hearing Meeting held by the Aceh TRC. In its analysis, this research uses the theory of forms of violence by Poerwandari and Galtung by utilizing Norman Fairclough's perspective to examine representation. This research refers to a qualitative approach with descriptive research type. The sources of data in this research are videos and transcripts of testimonial hearing activities held by the Aceh TRC. The data in this research are 52 testimony givers utterance. There were five forms of violence found in this research, namely physical violence, psychological violence, verbal violence, functional violence and financial violence. Physical violence has indications of violence in the form of being hit, kicked, slapped, shot, injured using hands or tools, and being killed. Psychological violence is identified in the form of being terrorized, stalked and spied on. Verbal violence in the form of being cursed, insulted, and stuffed. Financial violence in the form of destruction of their homes and looting of property. Meanwhile, functional violence is identified in the form of limitations on victims carrying out functional roles in the family and society as a result of experiencing torture. From the linguistic aspect, testimony reports predominantly use passive voices in conveying their testimony. This represents that the reporting of evidence tends to minimize the mention of the perpetrator in their evidence. Key words: representation, violence, Testimony Hearing Meeting, Truth and Reconciliation Commission.
DINAMIKA KERJA KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI (KKR) ACEH DALAM PENGUNGKAPAN KEBENARAN KASUS RUMOH GEUDONG (Syifa Puteri Amanda, 2024)
JARIMAH PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK (STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH SYAR'IYAH JANTHO NOMOR 23/JN/2023/MS.JTH (TASYA NABILA, 2024)
STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 146/PID.SUS/2016/PN.SGI TENTANG TINDAK PIDANA NARKOTIKA (MUHAMMAD SYAUQI, 2024)
KEKUATAN PEMBUKTIAN KESAKSIAN ANAK KORBAN DALAM JARIMAH PELECEHAN SEKSUAL RN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH TAPAKTUAN) (ANANDA RAHMAH SALSABILA, 2025)
KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI TESTIMONIUM DE AUDITU DALAM JARIMAH PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK (Citra Dewi Keumala, 2023)