RANCANGAN DAN UJI KINERJA ALAT PENGASAP IKAN BANDENG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RANCANGAN DAN UJI KINERJA ALAT PENGASAP IKAN BANDENG


Pengarang

Ramzi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951611838

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.028 6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Usaha pengasapan ikan bandeng di propinsi, Nanggroe Aceh Darussalam cukup potensial untuk dikembangkan, karena produksi ikan didaerah ini cukup melimpah. Potensi yang cukup besar ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pengrajin dan pengelola ikan untuk membuat bandeng asap, namun teknik pengelohannya masih
sangat sederhana dan tradisional. Akibatnya produk akhir tidak menarik bentuk dan penampilannya. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki teknik pengasapan ikan dengan cara merancang alat pengasap, guna menghasilkan produk ikan asap yang bermutu tinggi. Alat pengasap yang didesain berkapasitas 5 Kg ikan basah.
Penelitian ini dilakukan untuk merancang alat pengasapan ikan yang berbentuk kotak dengan ukuran 45 cm x 65 cm x 120 cm. Alat pengsap terdiri dari 3 bagian utama yaitu tungku pembakaran , ruang pengasap dan ccrobong asal. Alat pengasap diuji dengan memakai 2 jenis bahan bakar yaitu serbuk gcrgaji dan sabut kelapa. Pada
setiap perlakuan digunakan sebanyak 5 kg ikan bandeng masing-masing 3 kali ulangan. Parameter yang dianalisis adalah kapasitas kerja alat. Distribusi temperatur (°C). Distribusi kelembaban relatif (%). penurunan kadar air (%). Uji organoleptik ( 20 orang responden).
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kapasitas kelja alat 0,42 kg/jam untuk bahan bakar serbuk gergaji dan 0,55 kg/jam untuk bahan bakar sabut kelapa. Distribusi temperatur dalam alat untuk bahan bakar serbuk gergaji adalah berkisar pada suhu 50oC sampai dengan 65oC sedangkan untuk bahan bakar sabut kelapa 60oC sampai dengan 70 °C. Distribusi kelembaban relatif untuk serbuk gergaji adalah bekeria pada kisaran 65 % sampai dengan 70% sedangkan untuk sabut kelapa berkisar pada 65 % sampai dengan 55 %. Kadar air akhir untuk bahan bakar serbuk gergaji pada gantungan I, 2, dan 3 adalah 13,4%, 14,6%, dan .12,8% sedangkan pada penggunaan sabut kelapa kadar air akhirnya masing-masing 11,9%, 12,6%, dan 11,5%. Pada uji mutu yang dilakukan secara organoleptik pada penggunaan serbuk gergaji menghasilkan ikan asap yang lebih unggul dari segi bentuk, warna, dan tekstur. Sedangkan bau dan rasa lebih unggul dengan menggunakan sabut kelapa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK