KARAKTERISASI DAN KLASTERISASI BEBERAPA GENOTIPE CABAI LOKAL ACEH (CAPSICUM ANNUUM L.) HASIL IRADIASI SINAR GAMMA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KARAKTERISASI DAN KLASTERISASI BEBERAPA GENOTIPE CABAI LOKAL ACEH (CAPSICUM ANNUUM L.) HASIL IRADIASI SINAR GAMMA


Pengarang

SULTHON AHMADI AHBABULLAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siti Hafsah - 197008121996032004 - Dosen Pembimbing I
Nura - 198708302016012101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1705101050070

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agroteknologi., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

635.092

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Cabai merupakan salah satu komoditi hortikultura unggulan di Indonesia dengan angka konsumsi yang tinggi di Indonesia, baik keperluan rumahan maupun industri. Pertambahan jumlah penduduk Indonesia membuat angka konsumsi cabai semakin meningkat. Sementara itu, produksi cabai pada tahun 2021 tidak sebanding dengan peningkatan konsumsi cabai nasional. Dalam penurunan produksi cabai, beberapa hal menjadi faktor, diantaranya adalah masih kurangnya benih unggul, serangan hama dan penyakit (HPT), serta belum optimalnya teknologi budaya dan pengelolaan pascapanen. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan produktivitas komoditi cabai adalah dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan tanaman, yaitu meningkatkan keragaman genetiknya. Untuk mengetahui nilai keragaman genetik, perlu dilakukan karakterisasi sehingga dapat diduga keragaman di setiap genotype tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya keragaman dan hubungan kekerabatan diantara beberapa genotipe cabai lokal Aceh hasil mutasi. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Sektor Timur dan di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Oktober 2021 hingga April 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial. Faktor yang diteliti meliputi dua varietas lokal Aceh yaitu Perintis dan Odeng sebagai pembanding dan tujuh genotipe mutan dengan berbagai taraf dosis iradiasi sinar gamma. Masing-masing faktor diulang sebanyak 3 ulangan, sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Tiap satuan percobaan terdiri atas 20 tanaman, sehingga total keseluruhan terdapat 540 tanaman percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, panjang buah, diameter buah, ketebalan kulit buah, warna batang, warna daun, bentuk daun, posisi tangkai bunga, bentuk pangkal buah, warna buah intermediate, dan klaster. Hasil penelitian menunjukkan genotipe Perintis 200Gy unggul pada parameter tinggi tanaman, genotipe Perintis 300Gy unggul pada parameter diameter batang, diameter buah dan ketebalan kulit buah, genotipe Odeng D3-9-9 paling cepat berbunga, genotipe Odeng D2-7-39 memiliki tinggi dikotomus tertinggi, genotipe D1-10-5 memiliki jumlah buah per tanaman terbanyak. Keragaman kualitatif terdapat pada parameter bentuk daun, bentuk pangkal buah, dan warna buah intermediate serta genotipe uji dan varietas pembanding terbagi dalam 4 klaster

Chili is one of the leading horticultural commodities in Indonesia with a high consumption rate in Indonesia, both home and industrial purposes. The increase in the number of Indonesian population makes the number of chili consumption increasing. Meanwhile, chili production in 2021 is not comparable to the increase in national chili consumption. In decreasing chili production, several things become factors, including the lack of superior seeds, pest and disease attacks, and not optimal cultural technology and postharvest management. One way that can be used to optimize the productivity of chili commodities is by assembling superior varieties through plant breeding programs, namely increasing genetic diversity. To determine the value of genetic diversity, it is necessary to characterize so that diversity can be suspected in each plant genotype. This study aims to see whether or not there is diversity and kinship between several genotypes of local Acehnese chilies resulting from mutations. This research was conducted in the Sektor Timur Experimental Garden and at the Genetika dan Pemuliaan Tanaman Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. This research was conducted from October 2021 to April 2022. The design used is a non-factorial Group Random Design . The factors studied included two local varieties of Aceh, namely Perintis and Odeng as comparisons and seven mutant genotypes with varying levels of gamma ray irradiation doses. Each factor was repeated for 3 repetitions, so there were 27 experimental units. Each experimental unit consists of 20 plants, bringing the total to 540 experimental plants. The parameters observed are plant height, dichotomous height, stem diameter, flowering age, harvest age, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit length, fruit diameter, fruit skin thickness, stem color, leaf color, leaf shape, flower stalk position, fruit base shape, intermediate fruit color, and clusters. The results showed that the 200Gy Perintis genotype excelled in plant height parameters, the 300Gy Perintis genotype excelled in the parameters of stem diameter, fruit diameter and fruit skin thickness, Odeng D3-9-9 genotype bloomed the fastest, Odeng D2-7-39 genotype had the highest dichotomus height, D1-10-5 genotype had the highest number of fruits per plant. Qualitative diversity is found in the parameters of leaf shape, fruit base shape, and intermediate fruit color as well as test genotypes and comparison varieties divided into 4 clusters

Citation



    SERVICES DESK