TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINGGINYA PENGAJUAN GUGATAN PERCERAIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINGGINYA PENGAJUAN GUGATAN PERCERAIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Nanda Yuslianda Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ilyas - 196504051991021001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1903101010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menjelaskan bahwa perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang perempuan dengan seorang laki-laki sebagai suami istri dengan tujuan membentuk rumah tangga yang kekal dan bahagia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Walaupun demikian, dalam praktiknya tingkat perceraian yang terjadi di Kota Banda Aceh mengalami kenaikan dari tahun-ketahun. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan pengajuan perceraian di Kota Banda Aceh dan apa faktor penyebab terjadinya, serta bagaimana pertimbangan hakim dalam memutus perkara perceraian di wilayah Mahkamah Syahriyah Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan data yang diperoleh melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajuan perceraian di wilayah hukum Mahkamah Syahriyah Kota Banda Aceh dari tahun 2021 - 2023 meningkat hingga mencapai 42.62%. Adapun faktor penyebab tingginya pengajuan gugatan perceraian ialah karena pasangan yang bertengkar secara terus menerus, meninggalkan salah satu pihak, ekonomi, perjudian dan KDRT. Pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara cerai didasarkan oleh fakta-fakta dan bukti yang terjadi dalam persidangan. Untuk itu hakim mengupayakan perdamaian dengan cara mediasi hingga turut mengundang keluarga dari kedua belah pihak.

Article 1 paragraph (1) of the Law No. 1 of 1974, Marriage is a bond of the body and soul between a woman and a man as husband and wife with the aim of forming a household that is eternal and happy based on the belief in God Almighty. In practice, the divorce rate in the city of Banda Aceh has been increasing year by year. This research aims to explain the process of divorce filing in Banda Aceh and identify its contributing factors. In addition, it explores how judges make decisions regarding divorce cases within the jurisdiction of the Banda Aceh Sharia Court. This study used an empirical juridical method using data obtained through field studies and library research. The results of the research show that the divorce filing rate within the jurisdiction of the Banda Aceh Sharia Court increase from 2021 to 2023 reaching 42.62%. The primary reasons for the high number of divorce petitions included persistent marital conflicts, abandonment by one, economic issues, gambling, and domestic violence. When deciding on divorce cases, judges base their judgments on facts and evidence presented during court proceedings. To promote reconciliation, judges actively engage in mediation and often invite family members from both sides to participate.

Citation



    SERVICES DESK