PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI BATU BATA PRESS UNTUK MEMINIMASL WASTE (STUDI KASUS PADA PT. MICO BATA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI BATU BATA PRESS UNTUK MEMINIMASL WASTE (STUDI KASUS PADA PT. MICO BATA)


Pengarang

Muslim - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0104102010085

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2008

Bahasa

Indonesia

No Classification

620.142

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PT. Mico Bata adalah salah satu perusahaan yang memproduksi batu bata press. Seiring dengan ketatnya persaingan, maka perusahaan ini berharap untuk dapat terus berkembang. Untuk itu diperlukan peningkatan kinerja dan perbaikan dalan sistem produksinya. Permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah menentukan dan menghilangkan waste yang terjadi dalam kegiatan proves prodilksi batil bata press. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waste yang terjadi dan memberikan saran perbaikon untuk mengurangi terjadinya waste tersebut. Pada dasarnya semen waste yang terjadi berhubungan erat dengan dimensi waktu. Jika dalam saat. kegiatan proses produksi terdapat aktivitas nan value adalah maka akan mengakibatkan penakaian sumber daya mulai dari energi, biaya, usaha, dan waktu semakin tinggi, sehingga menyebabkan proses produksi tersebut tidak efisien. Penulis mencoba mengevaluasi dan mereduksi aktivitas-aktivitas nor value added atan waste (Pemborosarn) yang terjadi pada proses produksi batu bata press dengan melakukan pemetaan terhadap prases produksi batu bata press ada PT. Mico Bata menggunakan Process Activity Mapping (PAM). Process Activity Mapping merupakan peta yang digunakan untuk menggambarkan segala aktivitas yang terjadi selana proses produksi berlangsung. Metode ini mampu mendeteksi dan mengevaluasi jenis waste yang antara lain berupa waiting dan transport. Dari hasil pemetaan dengan menggunakan Process Activity Mapping dlketahui bahwa kegiatan yang termasuk dalam value adding activities adalah kegiatan aperasi yang membutuhkan waktu selama I2745 menit atau sebesar 99. 45% sedangkan untuk non value adding activities membutuhkan waktu selama 70 menit ate.I sekitar 0.543% dari total waktu. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan adalah mengurangi jarak tempuh kegiatan pemindahan bahan melalui pengaturan kembali layout (re-layout) lini produksi batu bata press.

Kata Kunci : Sistem produksi. waste. Prosess Activity mappig. re-layout

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK