IDENTIFIKASI SIDIK JARI PELAKU DAN KORBAN DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI SIDIK JARI PELAKU DAN KORBAN DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BANDA ACEH)


Pengarang

Dina Auliana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ainal Hadi - 196810241993031001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010414

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

362.258

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Berdasarkan Pasal 184 KUHAP, alat bukti yang dianggap sah mencakup keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Sidik jari diakui sebagai alat bukti yang sah dalam persidangan, serta digunakan dalam upaya memperlancar penyelidikan. Meskipun demikian, terdapat potensi ketidak optimalan selama proses identifikasi. Salah satu penyebabnya adalah kondisi TKP yang mungkin berbeda dengan kejadian sebenarnya, ditambah dengan adanya hal-hal tak terduga di lapangan yang dapat mempengaruhi efektivitasnya. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pertimbangan dilakukan identifikasi sidik jari oleh penyidik dalam kasus tindak pidana pembunuhan,untuk mengetahui cara mengidentifikasi sidik jari dalam kasus tindak pidana pembunuhan,untuk mengetahui hambatan dalam proses penyidikan sidik jari dalam kasus tindak pidana pembunuhan. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian yuridis empiris. Data diperoleh berdasarkan penelitian kepustakaan dengan cara membaca buku, jurnal hukum, dan peraturan perundang-undangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sidik jari adalah bukti petunjuk yang baku dan tidak dapat diubah, tim INAFIS menggunakan alat canggih bernama MAMBIS yang terhubung dengan database E-KTP dan ada beberapa teknik yang harus diikuti dalam proses identifikasi sidik jari. hambatan bagi penyidik dalam mengidentifikasi sidik jari dalam proses penyidikan meliputi sulitnya menghalangi masyarakat untuk tidak masuk ke area TKP, kondisi rusak pada jari korban atau tersangka, kesulitan mengambil sidik jari di permukaan berserat, kondisi mayat, penggunaan sarung tangan oleh pelaku, dan pengaruh cuaca buruk.

Based on Article 184 of the Criminal Procedure Code, evidence that is considered valid includes witness statements, expert statements, letters, instructions and statements from the defendant. Fingerprints are recognized as valid evidence in trials, and are used to facilitate investigations. However, there is the potential for non-optimality during the identification process. One of the causes is the condition of the crime scene which may be different from the actual incident, coupled with unexpected things in the field which can affect its effectiveness. The purpose of writing this thesis is to find out the considerations for identifying fingerprints by investigators in cases of criminal acts of murder, to find out how to identify fingerprints in cases of criminal acts of murder, to find out the obstacles in the process of investigating fingerprints in cases of criminal acts of murder. The research method used is empirical juridical research. Data was obtained based on library research by reading books, legal journals and statutory regulations. Field research was carried out by interviewing respondents and informants. Based on the research results, it is known that fingerprints are standard evidence and cannot be changed. The INAFIS team uses a sophisticated tool called MAMBIS which is connected to the E-KTP database and there are several techniques that must be followed in the fingerprint identification process. Obstacles for investigators in identifying fingerprints in the investigation process include the difficulty of preventing the public from entering the crime scene area, the damaged condition of the victim's or suspect's fingers, the difficulty of taking fingerprints on a fibrous surface, the condition of the corpse, the use of gloves by the perpetrator, and the influence of bad weather.

Citation



    SERVICES DESK