Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH BUKITTINGGI NO 6 TAHUN 2015 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN RABIES (SUATU PENELITIAN DI KOTA BUKITTINGGI)
Pengarang
Afiif Rizqan Feriandra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Suhaimi - 196612311991031023 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1903101010147
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kesehatan merupakan salah satu unsur yang dapat membangun
kesejahteraan masyarakat. Tanpa adanya hidup yang sehat, maka kesejahteraan
Masyarakat dapat terganggu. Untuk mencapai adanya kesehatan yang baik.
Sehingga untuk mencapai hal tersebut maka perlu adanya upaya pembangunan
kesehatan. Pembangunan kesehatan tidak hanya ditargetkan kepada penyakit yang
berasal dari dalam tubuh manusia itu sendiri, namun juga ditargetkan kepada
penyakit yang berasal dari luar tubuh manusia. Salah Satu penyakit yang datang
dari luar tubuh manusia yaitu penyakit rabies. Rabies merupakan penyakit yang
bersifat zoonois. Rabies adalah penyakit yang ditularkan oleh hewan penular
seperti anjing yang apabila terkena kontak dengan hewan tersebut dan tidak
dicegah dengan segera maka akan berakibat kematian. Untuk mencegah adanya
penyakit ini, Kota Bukittinggi mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Bukittinggi
No 6 Tahun 2015 Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Rabies. Namun dari
pengamatan yang ada, masih dapat dilihat bahwa masih ada masyarakat yang
terkena gigitan anjing dan masih banyak anjing yang berkeliaran di sekitar Kota
Bukittinggi tanpa diketahui memiliki rabies ataupun bukan.
Tujuan dari penulisan skripsi ini yaitu untuk mengetahui dan
menjelaskan bagaimana Implemtasi Perda Kota Bukittinggi No 6 tahun 2015,
mengapa masih banyaknya hewan penular rabies (HPR) yang berkeliaran tidak
sesuai dengan Perda tersebut, dan bagaimana sinkronisasi antara pelaksanaan
Perda dan tanggungjawab pemerintah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris. Data penelitian
ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan, berupa
wawancara ataupun mempelajari literatur dan perundang-undangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Implementasi
Peraturan dearah ini sudah terlaksana namun pemahaman masyarakat dalam
pemeliharaan hewan rabies dan tanggungjawab masyarakat terhadap hewan
peliharaan yang menyerang masyarakat masih kacau dan dapat menimbulkan
indikasi tidak terimplementasikannya peraturan daerah ini.
Disarankan bagi Dinas Pertanian Pangan Kota Bukittinggi untuk
melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan mulai dari penyuluhan hingga proses
eliminasi terhadap hewan penular rabies yang tersebar di Kota Bukittinggi.
Health is one element that can build public welfare. Without a healthy life, there is prosperity Society can be disturbed. To achieve good health. So to achieve this, development efforts are needed health. Health development is not only targeted at diseases originates from within the human body itself, but is also targeted at diseases originating from outside the human body. One of the diseases that comes from outside the human body, namely rabies. Rabies is a disease zoonotic. Rabies is a disease transmitted by infectious animals such as dogs which come into contact with these animals and which do not If prevented immediately, it will result in death. To prevent this from happening this disease, the City of Bukittinggi issued a Regional Regulation for the City of Bukittinggi No. 6 of 2015 concerning Prevention and Management of Rabies. But from existing observations, it can still be seen that there are still people who were bitten by dogs and there are still many dogs roaming around the city Bukittinggi is not known to have rabies or not. The purpose of writing this thesis is to find out and explains how to implement the Bukittinggi City Regional Regulation No. 6 of 2015, why are there still so many rabies-transmitting animals (HPR) roaming around? in accordance with the Regional Regulation, and how to synchronize implementation Regional regulations and government responsibilities. This research is a type of empirical juridical research. Research data This was obtained through field research and library research, in the form of interviews or studying literature and legislation. The results of this research indicate that implementation This regional regulation has been implemented but the public's understanding is deep care of rabid animals and society's responsibility towards animals pets attacking society is still chaotic and can cause an indication of non-implementation of this regional regulation. It is recommended for the Bukittinggi City Food Agriculture Service to evaluate the implementation starting from counseling to the process elimination of rabies-transmitting animals spread across Bukittinggi City.
PENGUKURAN HORMON PROGESTERON SECARA NON INVASIF PADA ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) BETINA DI PENANGKARAN (RENCY AMRILANI, 2018)
ANALISIS KOMPARATIF ANTARA BAHASA JAMEE PERANTAUAN DI BANDA ACEH DAN BAHASA MINANGKABAU BUKITTINGGI PERANTAUAN DI TAKENGON (Novia Erwandi, 2018)
IDENTIFIKASI CACING PARASIT GASTROINTESTINAL PADA KUDA PACU (EQUUS CABALLUS) DI BUKIT AMBACANG, KOTA BUKITTINGGI (AYU ANDIRA, 2020)
IDENTIFIKASI CACING PARASIT GASTROINTESTINAL PADARUSASAMBAR (CERVUS UNICOLOR)DANRUSATOTOL (AXIS AXIS ) DI TAMAN MARGASATWABUDAYAKINANTAN (TMSBK) KOTA BUKITTINGGI (NADYA ALFI, 2021)
DETEKSI RESIDU ANTIBIOTIK PADA DAGING AYAM BROILER DI BALAI VETERINER BUKITTINGGI SUMATERA BARAT (NURUL HILDANI, 2019)