PENGARUH ASPAL YANG DIPANASKAN BERULANG TERHADAP NILAI DURABILITAS DENGAN PENAMBAHAN BAN BEKAS SEBAGAI BAHAN ADITIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH ASPAL YANG DIPANASKAN BERULANG TERHADAP NILAI DURABILITAS DENGAN PENAMBAHAN BAN BEKAS SEBAGAI BAHAN ADITIF


Pengarang

Nazrin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041110999

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aspal merupakan material perekat yang bersifat termoplastis, akan menjadi lebih lembek bila dipanaskan dan menjadi keras saat didinginkan. Sifat ini dinamakan kepekaan terhadap perubahan temperatur. Material aspal yang menjadi objek penelitian ini merupakan aspal tanpa aditif dan aspal ditambah ban bekas yang dipanaskan ulang 0, I1 2 dan 3 kali. Material agregat yang digunakan merupakan agregat bergradasi rapat tipe IV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aspal ditambah ban bekas dan aspal dengan pemanasan ulang ditambah ban bekas terhadap durabilitas campuran beraspal. Penelitian ini dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis agregat dan aspal sehingga dapat diketahui apakah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Pada penelitian ini digunakan variasi kadar aspal 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; 7% dari berat total campuran. Masing-masing kadar aspal sebanyak 3 buah dengan total 15 buah benda uji. Untuk aspal yang dipanaskan berulang 0, 1, 2 dan 3 kali dengan penambahan 3% ban bekas dari kadar aspal optimum masing-masing dibuat 3 buah untuk stabilitas normal dan 3 buah untuk stabilitas rendarnan dengan total 24 buah benda uji. Jadi jumlah keseluruhan benda uji adalah 39 buah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aspal ditambah ban bekas tanpa pemanasan ulang memiliki viskositas lebih tinggi daripada aspal yang dipanaskan ulang 1, 2 dan 3 kali ditambah ban bekas. Dengan kata lain aspal yang dipanaskan ulang 1, 2 dan 3 kali ditambah ban bekas lebih cair dibandingkan aspal ditambah ban bekas tanpa pemanasan ulang. Hasil percobaan Marshall menunjukkan nilai indeks stabilitas sisa (ISS) aspal yang dipanaskan ulang I, 2 dan 3 kali ditambah ban bekas masing-masing yaitu 88,59 %; 85, 16 %; 77,57%; dan 74,83 %. Hasil
pengujian Indek Stabilitas Sisa (ISS) pada carnpuran aspal yang dipanaskan berulang
0, 1 dan 2 kali memenuhi persyaratan yaitu > 75 %, sedangkan untuk aspal yang
dipanaskan berulang 3 kali tidak memenuhi persyaratan yaitu < 75 %.





Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK