PENGARUH ASPAL YANG DIPANASKAN BERULANG TERHADAP NILAI DURABILITAS DENGAN PEN…
Aspal merupakan material perekat yang bersifat termoplastis, akan menjadi lebih lembek bila dipanaskan dan menjadi keras saat didinginkan. Sifat ini dinamakan kepekaan terhadap perubahan temperatur. Material aspal yang menjadi objek penelitian ini merupakan aspal tanpa aditif dan aspal ditambah ban bekas yang dipanaskan ulang 0, I1 2 dan 3 kali. Material agregat yang digunakan merupakan agregat bergradasi rapat tipe IV. Tu…
PENGARUH TUNDAAN PEMADATAN 24 JAM TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPAL EMULSI DING…
Campuran aspal emulsi dingin (CAED) cocok digunakan untuk pemeliharaan rutin seperti pekerjaan patching (penambalan lubang) pada jalan karena proses pengerjaannya relatif lebih mudah dan pemadatannya juga dapat ditunda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal residu optimum (KARO), karakteristik CAED, dan untuk mengetahui pengaruh tundaan pemadatan 24 jam pada CAED. Penelitian ini menggunakan campuran emulsi bergradasi rapat tipe IV dengan variasi kadar aspal yang digunakan yait…
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) TANPA DAN DENGAN T…
Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) diperlukan sebagai salah satu alternatif dalam pemeliharaan rutin jalan dimana volume pengerjaan yang relatif kecil dan ekonomis sesuai kebutuhan pengerjaan serta tidak tergantung dengan suhu pemadatan tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui stabilitas dan karakteristik CAED tipe CSS-1h dengan dan tanpa tundaan pemadatan selama 48 jam yang memvariasikan bahan aditif semen sebesar 1%. Penelitian ini menggunakan gradasi rapat tipe IV dengan vari…
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN ADITIF BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK SILASE RUMPUT…
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan peternakan Usyiah Darussalam Banda Aceh yang berlangsung dari tanggal 04 sampai 26 Mei 2014. Tujuan tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik silase rumput Gajah dengan penambahan aditif yang berbeda. Tugas akhir ini menggunakan rumput gajah sebanyak 5 kg dengan bahan aditif berupa molases, gula merah dan air tebu masing-masing sebanyak 2.5% dari berat hijauan. Data yang diperoleh dilakukan pengolahan data dengan melakukan…