TINJAUAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN VARIASI SUHU PENCAMPURAN DAN PEMADATAN MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINJAUAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN VARIASI SUHU PENCAMPURAN DAN PEMADATAN MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55


Pengarang

Reisya Mardhiah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010059

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Suhu pencampuran dan pemadatan merupakan faktor yang sangat penting dalam campuran beton aspal karena akan berpengaruh pada karakteristik campuran beton aspal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter Marshall dan durabilitas yang dihasilkan oleh beton aspal pada lapis pengikat (AC-BC) dengan variasi suhu pencampuran dan suhu pemadatan beton aspal. Gradasi yang dipakai ialah gradasi menerus untuk lapis AC-BC. Bahan pengikat yang digunakan adalah aspal Retona Blend 55. Jenis beton aspal yang diteliti adalah lapis aspal beton (Laston) dengan fungsi sebagai Binder-Course (AC-BC) untuk mengurangi tegangan dan beban maksimum akibat beban lalu lintas. Prosedur pengujian dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis bahan, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan campuran benda uji, pembuatan benda uji untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO) dengan variasi kadar aspal 4.5%; 5.0%;
5.5%; 6.0% dan 6.5% dari rumus surface area method untuk menentukan perkiraan kadar aspal awal. Selanjutnya dilakukan perhitungan dan pengujian Marshall, evaluasi parameter Marshall (untuk mendapatkan KAO), perencanaan dan pembuatan benda uji, pengujian Marshall standar dan rendaman 24 jam, dan terakhir perhitungan parameter Marshall. Dari penelitian didapat KAO 5,3%. Berdasarkan KAO tersebut maka dibuat benda uji dengan variasi suhu, yaitu suhu pencampuran 150C dan 160C dan suhu pemadatan 70C, 90C, 110C, 130C dan 150C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas tertinggi didapat pada suhu pencampuran 160C dan suhu pemadatan 150C yaitu sebesar 1089,76 kg. Durabilitas tertinggi didapat pada suhu pencampuran 160C dan suhu pemadatan 150C yaitu sebesar 82,54%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa suhu pemadatan yang masih memenuhi persyaratan untuk campuran beton aspal AC-BC adalah pada suhu 130C dan 150C, sedangkan untuk suhu di bawah
130C tidak memenuhi persyaratan.













Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK