Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DAN AIR DI KAWASAN HUTAN MANGROVE PULAU PUSONG KOTA LANGSA, ACEH
Pengarang
Cici Maulida - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Muhammad Irham - 197108211999031001 - Dosen Pembimbing I
Saiful - 196909221994121001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2209200210007
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu (S2) / PDDIKTI : 54145
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu., 2024
Bahasa
Indonesia
No Classification
577.698
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Mikroplastik merupakan sampah plastik berukuran < 5 mm dan dapat terakumulasi pada perairan hingga ke dasar sedimen. Mikroplastik ditemukan secara luas, terutama di wilayah pesisir. Salah satu wilayah pesisir tersebut adalah pulau Pusong yang berada di Kota Langsa, Provinsi Aceh dengan sebaran mangrove disepanjang pesisirnya. Keberadaan mikroplastik di perairan, memberikan dampak negatif terhadap kehidupan berbagai organisme bahkan mengancam kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, jenis, warna, dan ukuran, serta jenis polimer mikroplastik pada sedimen dan air di kawasan hutan mangrove, pulau Pusong. Penelitian dimulai dengan pengambilan sampel secara purposive sampling atau menentukan titik pengambilan sampel di empat stasiun yang mewakili. Sampel sedimen diambil menggunakan core sedimen sedangkan sampel air diambil dengan water sampler, kemudian disaring menggunakan plankton net. Selanjutnya melakukan pemisahan densitas dengan alat floatasi dan melakukan ekstraksi pada sampel mikroplastik dengan penambahan larutan NaCl jenuh dan H₂O₂ 30%. Metode identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop stereo dan metode FTIR. Ditemukan kelimpahan mikroplastik pada sampel sedimen sebanyak 0,32 partikel/m³ dan kelimpahan pada sampel air sebanyak 0,174 partikel/m³. Jenis mikroplastik yang ditemukan terdiri atas 5 jenis, yaitu fragmen (49%), fiber (41%), film (7%), foam (2%) dan pellet (1%). Warna mikroplastik yang ditemukan, terdiri atas tujuh warna, diantaranya warna putih, hitam, hijau, merah, kuning, biru dan coklat, dengan warna yang paling dominan ditemukan adalah hitam dan coklat (41 partikel), sementara warna paling sedikit ditemukan yaitu warna hijau (5 partikel). Untuk ukuran mikroplastik paling dominan ditemukan pada semua jenis sampel dan semua stasiun yaitu 50-200 µm. Hasil dari analisis FTIR dikonfirmasi dengan gugus fungsi yang menunjukkan bahwa, ditemukan 4 jenis polimer mikroplastik, diantaranya yaitu, Polyethylene terephthalate (PET), Low-density polyethylene (LDPE), High-density polyethylene (HDPE), dan polypropylene (PP). Temuan mikroplastik di kawasan hutan mangrove pulau Pusong menunjukkan bahwa laut dan muara-muara tersebut telah terkontaminasi mikroplastik bahkan dapat menimbulkan masalah yang serius bagi organisme di habitat maupun masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Microplastics are plastic debris
IDENTIFIKASI KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN MANGROVE DI KOTA SABANG (Amelia Rizki Ananda, 2024)
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KAWASAN KUALA LANGSA, KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA. (Laksmi Puja Sukma, 2018)
KEANEKARAGAMAN MALACOSTRACA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE KUALA LANGSA KOTA LANGSA (Riska Fitriani, 2022)
PENDUGAAN CADANGAN KARBON DI ATAS PEMUKAAN TANAH PADA HUTAN MANGROVE DI PULAU TELAGA TUJUH, KECAMATAN LANGSA BARAT, KOTA LANGSA (ILHAM HIDAYAT, 2025)
DENTIFIKASI KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN MANGROVE DI PEUREULAK, KABUPATEN ACEH TIMUR (Suci Putri Thahyra, 2025)