Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENERAPAN SISTEM JAMINAN MUTU CAMPURAN ASPAL PANAS PADA PROSES PRODUKSI DAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN RAYA DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
NAUVAL MAULINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0304101020104
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010
Bahasa
Indonesia
No Classification
620.004 5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem jaminan mutu pada proses produksi dan pelaksanaan konstruksi campuran aspal panas dan untuk membandingkan dengan ukuran efektifitas sistem jaminan mutu dan pengendalian mutu yang baku seperti yang terdapat dalam Bina Marga. Dengan kata lain untuk mengetahui realita lapangan dengan sistem standar yang telah ditentukan. Data penelitian ini diperoleh dari Kantor Dinas Prasarana Wilayah Provinsi Aceh dan Kantor Dinas Pemukiman Dan Prasarana Kota Banda Aceh serta dari konsultan pengawas dan dari kontraktor pelaksana dengan cara penyebaran kuisioner. Metode pengolahan data dilakukan dengan cara analisa korelasi, analisa reliabilitas serta analisa deskriptif. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa penerapan sistem jaminan mutu campuran aspal panas pada proses produksi dan pelaksanaan konstruksi telah dilaksanakan/diterapkan dengan baik walaupun belum sempurna. Berdasarkan hasil uji validitas diperoleh nilai
0,514 > 0,3 yang ditentukan sehingga penelitian ini memenuhi serta basil uji
untuk reliabilitas didapat 67,9 % > 50 % yang ditentukan sehingga penelitian ini reliabel. Dari hasil penelitian didapat bahwa tingkat penerapan tertinggi pada pengendalian proses sebesar 4,746 (skala 5) atau 94,92 % dan tingkat penerapan sedang adalah pada barang yang dipasok milik pembeli sebesar 4,693 (skala 5) atau 93,87 % dan tingk.at penerapan terendah adalah pengendalain atas produk yang tidak sesuai sebesar 4,469 (skala 5) atau 93 %. Dengan demikian pelaksanaan sistem jaminan mutu campuran aspal panas pada aspek produk konstruksi sudah sangat efektif dilakukan. Hal yang sama juga diperoleh pada aspek pelaksanaan konstruksi sudah sangat efektif dilaksanakan dimana tingkat penerapan tertinggi pada status inspeksi sebesar 4,799 (skala 5) atau 96,00 % dan tingkat penerapan sedang adalah pada catatan mutu sebesar 4,672 (skala 5) atau
93,44 dan tingkat penerapan terendah terjadi pada sistem mutu sebesar 4,508 (skala 5) atau 90,17 %. Dengan demikian penerapan sistem jaminan mutu campuran aspal panas pada aspek produk konstruksi dan pelaksanaan konstruksi sudah sangat efektifdilakukan.
Kata Kunci :Jaminan mutu, campuran aspalpanas, konstruksijalan raya.
Tidak Tersedia Deskripsi
KINERJA CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55 DAN ASPAL PERTAMINA MENGGUNAKAN FILLER ABU BATU BARA YANG DISUBSTITUSI 500% PECAHAN KACA (Rajiman, 2024)
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF ANTISTRIPPING AGENTS TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL AC-BASE DENGAN ASPAL PENETRASI 60/70 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT (Muazzam, 2024)
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DI PROVINS! ACEH (Astuti Sari, 2025)
TINJAUAN PENGGUNAAN MATERIAL BAHAN BEKAS UNTUK KONSTRUKSI JALAN RAYA (STUDI KASUS PENGGUNAAN BAHAN BEKAS BANGUNAN SEBAGAI AGREGAT) (Wahyu Apriadi Saputra, 2024)
PEMANFAATAN BATU KARANG GUNUNG PULAU WEH UNTUK CAMPURAN BETON ASPAL AC-WC DENGAN VARIASI ASPAL RETONA BLEND 55 DAN ASPAL PEN 60/70 (HERMANSYAH, 2018)