ANALISA PENGGUNAAN KANAL TRAFIK PADA BSC (BASE STASION CONTROLLER) SISTEM CDMA 2000-LX PT.TELKOM DIKOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA PENGGUNAAN KANAL TRAFIK PADA BSC (BASE STASION CONTROLLER) SISTEM CDMA 2000-LX PT.TELKOM DIKOTA BANDA ACEH


Pengarang

Anita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0241510007

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kendala yang sering terjadi dalam hubungan komunikasi adalah seringnya pelanggan merasa tidak puas dengan layanan perusahaan telekomunikasi akibat sering terjadinya drop call (terputusnya hubungan komunikasi sebelum hubungan selesai) dan block rate (ditolaknya sebuah permintaan melakukan bubungan komunikasi oleh sistem). Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisa penggunaan kanal trafik pada BCS (Base Stasion Controller) sistem CDMA 2000-1X PT.Telkom sebingga pelanggan merasa puas akan layanan telekomunikasi yang disediakan oleh PT.Telkom.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan suatu analisa
terhadap sistem CDMA (Code Division Multiple Access) tersebut, khususnya pada Base Stasion Control (BSC). Analisa yang dilakukan berupa analisa Block rate dan analisa drop call. Adapun BTS yang bermasalah dengan Block Rate adalah BTS Lamno (3,24%), BTS Lhoknga (3,46%), BTS Lsm Geudong (3,17%), BTS Langsa (4,63%) dan BTS Samatiga (2,23%). dimana seharusnya nilai block rate maksimal yang diperbolehkan sebesar 2%. Sedangkan BTS-BTS yang bermasalah dengan Drop call adalah. Banda Aceh Centrum (2,12%), BTS Darussalam (1,59%), BTS Matang Geulumpang dua (2,73%), BTS LSM Geudong (1,85%), BTS Lhok sukon (1,83%), BTS Meulaboh Kaway Xvii (2,35%). Dimana Nilai drop call nya melebihi target yaitu 1,5 %.
Solusi untuk masalah Block rate adalah dengan menambah kanal trafik pada BTS yang bermasalab dengan block rate. Sedangkan Untuk mengatasi masalah Drop call adalah Pengubahan sudut antena yaitu analisa perbandingan beamwidth antena yang ada terhadap beamwidth antena yang sebarusnya pada daerah-daerah yang mengalami masalab dengan drop call sehingga radius antena sesuai dengan luas area yang dikehendaki.dan masalah drop call dapat diatasi







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK