Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
STUDI KETERIKATAN TEMPAT PADA MASJID SEBAGAI BANGUNAN EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Lola Vivita - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Husaini - 196108081988111001 - Dosen Pembimbing I
Renni Angraini - 197109231997022001 - Dosen Pembimbing II
Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing III
Nomor Pokok Mahasiswa
1709300060005
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Program Doktor Ilmu Teknik (S3) / PDDIKTI : 20003
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prrogram Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pelaksanaa Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali, Indonesia menghasilkan “The Bali Agenda for Resilience” yang mendorong agar ketahanan bencana menjadi bagian dari pengambilan kebijakan. Selain Bali, Indonesia juga memiliki Provinsi Aceh yang terdampak gempa bumi dan tsunami dahsyat pada Desember 2004 hingga menyebabkan kerusakan infrastruktur kota serta menewaskan 160.000 - 200.000 orang. Faktor utama kerugian ini adalah ketidaksiapan pemerintah dan ketidaktahuan masyarakat tentang tsunami. Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-2030 menyebutkan pentingnya pengalaman untuk memperkuat kesiapsiagaan dan “Membangun Kembali Lebih Baik” melalui pengurangan risiko pada fase pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi (Prioritas 4). Membangun kembali masjid lebih aman adalah upaya kesiapsiagaan bencana pada pembangunan berkelanjutan di Kota Banda Aceh. Mayoritas populasi adalah muslim sehingga masjid banyak tersebar dan digunakan sebagai tempat evakuasi ketika tsunami, fakta ini dipertegas oleh simulasi Mc. Caughey bahwa 50% responden memilih masjid sebagai tujuan evakuasi di masa yang akan datang, tapi apakah masjid di Banda Aceh sudah aman untuk tempat evakuasi tsunami? Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masjid yang ada dan merekomendasikan konsep ketahanan bencana melalui metode observasi lapangan serta wawancara mendalam. Konsep Keterikatan Tempat dan Teori Perilaku digunakan untuk menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman masjid sebagai tempat evakuasi. Hasil penelitian mengidentifikasikan masjid di Kota Banda Aceh belum memiliki sistem manajemen kebencanaan dan aksesibilitas vertikal yang baik sehingga rekomendasi atas keduanya sangat mendesak untuk disediakan. Mengarusutamakan ketahanan masjid untuk pengurangan risiko tsunami merupakan salah satu upaya menciptakan kota siap siaga bencana, sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Target 11.b) yaitu meningkatkan jumlah kota yang menerapkan kebijakan mitigasi serta ketahanan bencana secara holistik, hal ini direalisasikan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, anggota parlemen, masyarakat sipil, lembaga keuangan, akademisi, media, kelompok pemuda dan pemangku kepentingan utama lainnya.
Kata Kunci: tsunami Aceh; masjid; bangunan evakuasi; keterikatan tempat.
ABSTRACT The implementation of the 2022 Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) in Bali Indonesia resulted in "The Bali Agenda for Resilience" which encourages disaster resilience to become part of policy making. Apart from Bali, Indonesia also has Aceh Province which was affected by the devastating earthquake and tsunami in December 2004 which caused damage to city infrastructure and killed 160,000 - 200,000 people. The main factor for this loss was the government's unpreparedness and the people's ignorance about the tsunami. The Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030 mentions the importance of experience for strengthening preparedness and “Building Back Better” through risk reduction in the recovery, rehabilitation, and reconstruction phases (Priority 4). Rebuilding mosques safer is a disaster preparedness effort in sustainable development in Banda Aceh City. This study aims to identify existing mosques and recommend the concept of disaster resilience through field observation methods and in-depth interviews. The concept of place attachment and behavioral theory are used to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of the mosque as an evacuation site. The results of the study identified mosques in Banda Aceh City that did not yet have a good disaster management system and vertical accessibility, so recommendations for both were urgently needed. Mainstreaming the resilience of mosques for tsunami risk reduction is one of the efforts to create disaster-ready cities, in accordance with the Sustainable Development Goals, namely increasing the number of cities implementing disaster mitigation and resilience policies holistically, this is realized through collaboration between government, sector private sector, parliamentarians, civil society, financial institutions, academics, media, youth groups and other key stakeholders. Keywords: Aceh tsunami; mosque; evacuation building; place attachment.
ANALISIS TINGKAT KELAYAKAN PROSES EVAKUASI TSUNAMI DI KECAMATAN KUTA ALAM (Enny Irmawati Hasan, 2018)
KAJIAN JALUR EVAKUASI DAN TITIK EVAKUASI BENCANA GEMPABUMI BERPOTENSI TSUNAMI BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH) (Sugeng Intoro, 2013)
PERENCANAAN RUTE EVAKUASI BENCANA TSUNAMI PADA KECAMATAN MASJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR (Miswar Tarihoran, 2022)
EVALUASI KELENGKAPAN FASILITAS TSUNAMI ESCAPE BUILDING (TEB) DI KECAMATAN MEURAXA UNTUK KELAYAKAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) (ZAHRINA, 2019)
DAMPAK HIDRODINAMIKA DAN KARAKTERISTIK GELOMBANG TSUNAMI PADA BANGUNAN MASJID (Ibrahim, 2023)