Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS TINGKAT KESIAPSIAGAAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI (STUDI KASUS DI SMAN 1 LHOKNGA DAN SMAN 1 INDRA JAYA)
Pengarang
Muhammad Kamal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Yusya Abubakar - 196212241988031004 - Dosen Pembimbing I
Rina Suryani Oktari - 198310122014042001 - Dosen Pembimbing II
Dr. Didik Sugiyanto, M.T NIP. 197312072003121002 - - - Penguji
Haekal Azief Haridhi - 198712172014041001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2009200140010
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan., 2023
Bahasa
Indonesia
No Classification
363.34
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Beberapa sekolah di bagian Barat dan Selatan Provinsi Aceh terletak di pesisir pantai, Kondisi ini menyebabkan sekolah termasuk dalam wilayah yang rawan gempa dan tsunami. Daerah dengan kategori ini harus memiliki guru dan peserta didik dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan instansi sekolah, guru, dan peserta didik serta apakah terdapat perbedaan kesiapsiagaan pada SMAN 1 Lhoknga dengan SMAN 1 Indra Jaya. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. dalam penelitian ini SMAN 1 Lhoknga memiliki populasi 27 guru dan 231 peserta didik, SMAN 1 Indra Jaya 17 Guru dan 73 peserta didik. Dalam menentukan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh kecuali peserta didik SMAN 1 Lhoknga yang ditetapkan 100 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Hasil penelitian Secara keseluruhan tingkat kesiapsiagaan komunitas sekolah SMAN 1 Lhoknga termasuk kategori tinggi dan tingkat kesiapsiagaan SMAN 1 Indra Jaya tergolong kategori rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan yang signifikan tingkat kesiapsiagaan antara SMAN 1 Lhoknga dan SMAN 1 Indra Jaya. Penelitian ini dapat memberikan dasar untuk merekomendasikan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh SMAN 1 Indra Jaya untuk meningkatkan tingkat kesiapsiagaan mereka, seperti mengadakan peraturan dan panduan, pelatihan guru dan peserta didik, perencanaan tanggap darurat, membenahi sistem peringatan dini dan infrastruktur, dan melakukan mobilisasi sumber daya yang efisien.
Kata kunci : Kesiapsiagaan, tsunami , sekolah, guru, peserta didik
Several schools in the western and southern parts of Aceh Province are located on the coast. This condition causes schools to be included in areas prone to earthquakes and tsunamis. Regions in this category must have teachers and students with knowledge and preparedness for earthquakes and tsunamis. This research aims to determine the level of preparedness of school institutions, teachers and students and whether there are differences in preparedness at SMAN 1 Lhoknga and SMAN 1 Indra Jaya. Data was obtained by distributing questionnaires, interviews, observation and documentation. In this study, SMAN 1 Lhoknga had a population of 27 teachers and 231 students, and SMAN 1 Indra Jaya had 17 teachers and 73 students. In determining the sample, this research used a saturated sample except for the students of SMAN 1 Lhoknga who were determined to have 100 samples. The sampling technique uses convenience sampling. Research results: Overall the level of preparedness of the SMAN 1 Lhoknga school community is in the high category and the level of preparedness of SMAN 1 Indra Jaya is in the low category. The results of this research indicate that there is a significant difference in the level of preparedness between SMAN 1 Lhoknga and SMAN 1 Indra Jaya. This research can provide a basis for recommending concrete steps that can be taken by SMAN 1 Indra Jaya to increase their level of preparedness, such as implementing regulations and guidelines, training teachers and students, emergency response planning, improving early warning systems and infrastructure, and carrying out efficient resource mobilization. Keywords: Preparedness, tsunami, school, teachers, students
PERBANDINGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPARNBUMI DAN TSUNAMI PADA SISWA SEKOLAH DASAR RNSIAGA BENCANA DAN NON SIAGA BENCANARNDI BANDA ACEH (MABRUR RIZA, 2015)
EVALUASI PENYEGARAN PENGETAHUAN PERAWAT KESEHATAN JIWA MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR. (Roslaini, 2025)
PENGARUH PENGINTEGRASIAN MATERI KEBENCANAAN KEDALAM KURIKULUM TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH DI BANDA ACEH (Sabri, 2014)
PERAN GURU GEOGRAFI DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SISWA SMA DI KOTA BANDA ACEH (SIGNORINA KASVIA, 2019)
KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGALAMAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA (Ainal Mardhiah, 2014)